Bejat! Kepala Sekolah Ulang Tahun, Minta ‘Kado’ Ini di Siswinya… – FAJAR –
Kriminal

Bejat! Kepala Sekolah Ulang Tahun, Minta ‘Kado’ Ini di Siswinya…

FAJAR.CO.ID, BURANGA – Aparat kepolisian menetapkan kepala sekolah (Kasek) SMAN 1 Kulisusu, S (inisial) sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencabulan anak. Kini S sudah ditahan di “Hotel Prodeo” Mapolres Muna.

Kapolsek Kulisusu, AKP Susanto SE mengatakan, penetapan S sebagai tersangka sudah melalui proses penyidikan dan pengembangan dari keterangan para saksi. Pemeriksaan S dilakukan di Mapolres Muna oleh penyidik Polsek Kulisusu.

“Kami sampai kerja maraton, karena kasus ini jadi perhatian publik. Dan sehari setelah kejadian, tepatnya hari Sabtu (14/10) langsung kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Susanto via telepon selulernya, Senin (16/10).

Ia menambahkan, S sudah diamankan di sel tahanan Mapolres Muna. Tersangka diancam pasal undang-undang perlindungan anak Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman penjara serendah-rendahnya 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

Sekedar diketahui, kasus dugaan tindak pidana pencabulan anak ini terjadi di ruang kerja S. Korbannya bernama Mawar (inisial) siswinya sendiri.

Sesuai pengakuan korban, kejadiannya pada jam istirahat sekitar pukul 09.15 Wita di ruang kerja Kasek, Jumat (13/10). Saat itu Mawar bersama temannya dipanggil oleh S ke ruang kerjanya.

Selang beberapa saat setelah pertemuan itu, S meminta teman korban keluar dari ruangan. Kemudian menyuruh Mawar untuk menutup pintu.

“Pak S sendiri yang suruh teman saya keluar. Lalu dia suruh saya tutup pintu supaya tidak dilihat orang,” kata Mawar saat ditemui di Mapolsek Kulisusu, Jumat (13/10).

Disaat mereka tinggal berdua, terlapor mulai melancarkan aksinya. Diawali dengan kalimat, “Kamu tahu tidak ulang tahunku. Kalau saya minta kado sama kamu jangan sampai orang tuamu marah,” kata S sesuai yang ditirukan korban.

Mendengar kalimat tersebut, korban pun bingung. Dan saat itu pula, S mengatakan pada Mawar, “Bisa saya cium kamu”. Kemudian S mencium pipi kiri dan kanan lalu memeluk korban, serta mengelus-elus bahunya.

Usai kejadian ini, Mawar keluar dari ruangan sambil menangis. Ia tidak menyangka, orang yang dihormati di sekolahnya, telah berbuat tidak senonoh pada dirinya.

Tidak cukup disitu, tangisan Mawar tersebut sampai di kelasnya. Sehingga persoalan ini pun diketahui oleh rekan-rekannya dan wali kelasnya. (Fajar/BP)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!