Bos Obat Daftar G di Makassar Pilih Disidang Tanpa Pengacara

Selasa, 17 Oktober 2017 - 23:24 WIB

FAJAR.CO.ID — Menjalani sidang perdana, bos sekaligus pemilik gudang ribuan butir obat terlarang daftar G, Alexsander Sirua alias Alex, tanpa didampingi pengacara.

Sidang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jalan Kartini, Kecamatan Ujung Pandang, Selasa (17/10/2017).

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Cenning Budiana, terdakwa mengaku akan menjalani semua proses dengan sendirinya. “Saya tidak ambil pengacara, biar sendiri saja,” sebut terdakwa kepada hakim.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Alex sesuai pasal 197 UU RI No 36 tahun 2009 Undang Undang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal, selama 15 tahun penjara.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum, Andi Hariani Gali, Alex didakwa sebab terbukti berdasarkan temuan dan Berita acara pemeriksaan (BAP) usai diamankan pihak kepolisian karena menguasai ribuan obat daftar G berjenis tradol, somadril, Trihexiphenidil dan Dextro.

Andi Hariani mengatakana, sesuai hasil penyidikan kepolisian yang disesuaikan dengan alat bukti yang ada diketahui obat daftar G yang dikuasai Alex sebanyak 784 kaleng tramadol, 300 strip tramadol, 2.200 Somadril, 170 trihexiphenidil dan 13 kaleng Dexrto yang tebukti akan diedarkan.

Hal itu dikuatkan dengan adanya keterangan tersangka lainnya bernama Abd Muis yang mengaku dalam berita acara pemeriksaan (BAP) membeli 20 kaleng tramadol pada Alex melalui penjaga rukonya bernama Sonny, di bilangan Jalan Malengkeri, Kota Makassar, Agustus lalu.

Seusai persidangan, Alex saat diwawancarai mengakui dengan tegas terkait penangguhan penahanan yang diberikan Ditresnarkoba padanya.

“Ia saya memang dapat penahanan saat itu, itu memang benar,” kata Alex usai persidangan kepada media, Selasa (17/10/2017).

Namun, dirinya enggan menyebut nama oknum tersebut dan enggan mengatakan apakah ada kesepakatan dalam bentuk pemberian uang pada sang oknum. “Cukup yah,” singkatnya

Diketahui, sidang yang dipimpin Cenning Budiyana sebagai ketua majelis hakim, kedepan akan melanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi memberatkan yang akan dihadirkan JPU pada Selasa, 24 Oktober mendatang. (afr/ini/fajar)