Gerindra Masih Gantung Rekomendasi, Nurdin Abdullah Berharap Sebelum 22 Oktober

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sikap politik dua parpol besar Gerindra dan PDI-Perjuangan dalam momentum selalu berbeda. Namun untuk Pilgub Sulsel keduanya menyatakan sikap bakal menyatu mengusung kandidat Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman di perhelatan tersebut.

Ketua Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani menyebutkan pihaknya akan membuktikan sikap kedua parpol bakal menyatu di Pilgub nanti. Pernyataan ini bukan tanpa alasan Sebab sikap Gerindra kata dia, hampir 99 persen telah menyatakan akan mengusung pasangan kandidat tersebut.

“Kita Buktikan Gerindra-PDIP Bisa Menyatu di Sulsel,” kata IMB akronim Idris Manggabarani, saat menerima kedatangan NA bersama tim pemenangan di Sekretariat DPD Gerindra Sulsel di Jalan Bawakaraeng Makassar, Senin (16/10).

Ia menambahkan soal rekomendasi usungan sampai saat ini, pihaknya belum menerima secara resmi dari DPP. Namun telah bisa dipastikan usungan partai berlambang Burung Garuda ini akan jatuh ke NA-SS.

“Rekomendasi belum sampai ke tangan saya dan Insya Allah Gerindra akan mendukung pak Prof olehnya itu pasca rekomendasi keluar nanti kita akan menggantikan gambar di kantor ini (kantor DPD Gerindra) dengan calon usungan sampai ke daerah-daerah,” katanya.

Ia memastikan secara resmi bakal diumumkan ke publik dukungan ke Nurdin Abdullah sebelum deklarasi 22 Oktober mendatang di Lapangan Karebosi. “Nafas kita sudah sama, apa yang bapak (Nurdin Abdullah) ingin lakukan itu juga yang kami lakukan,” ungkapnya.

Sementara Nurdin Abdullah berharap rekomendasi usungan keluarkan sebelum memasuki tahapan deklarasi pada 22 Oktober nanti di Lapangan Karebosi Makassar.

“Mudah-Mudahan sebelum 22 Oktober, kita sudah dapat kabar dan kita bisa pasang gambar Gerindra juga di lokasi deklarasi. Ini juga bisa menjadi semangat ketua DPD,” ujar NA.

Ia menambahkan dinamika politik selalu menempatkan Sulsel selalu menjadi daerah zona merah. Namun dengan bergabungnya dua partai yakni Gerindra dan PDIP, maka Sulsel bisa menjadi contoh menyatukan dua kekuatan besar itu.

“Di Sulsel sangat luar biasa karena bisa menyatukan tokoh nasional dan selalu menjadi zona merah tapi Sulsel bisa menyatukan tokoh nasional,” tuturnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...