Spanyol Beri Kesempatan Kedua untuk Catalunya

Selasa, 17 Oktober 2017 17:48

FAJAR.CO.ID, MADRID – Pemerintah Spanyol melunak. Kemarin (16/10) pukul 10.00 waktu setempat seharusnya jadi deadline bagi pemimpin Catalunya Carles Puigdemont untuk memberikan jawaban dari pertanyaan Perdana Menteri (PM) Spanyol Mariano Rajoy.Yaitu, apakah dia mendeklarasikan kemerdekaan atau tidak. Jawabannya cukup satu kata, ya atau tidak. Namun, Puigdemont tak menjawab. Dia malah minta negosiasi.Wakil Perdana Menteri Spanyol Soraya Saenz de Santamaria mengungkapkan bahwa pihaknya sangat kecewa dengan sikap Puigdemont. Meski begitu, mereka masih memberikan kesempatan kedua dengan memundurkan deadline menjadi Kamis (19/10).’’Puigdemont masih memiliki kesempatan untuk mulai memperbaiki situasi saat ini. Dia harus menjawab ya atau tidak atas deklarasi kemerdekaan (Catalunya),’’ tegas Saenz de Santamaria kemarin.Jawaban yang harus diberikan Puigdemont memang semudah itu, ya atau tidak, tapi efeknya luar biasa. Jika menjawab ya, syarat untuk mengaktifkan pasal 155 undang-undang 1978 sudah terpenuhi. Dalam pasal itu, pemerintah Spanyol bisa langsung mengambil alih kekuasaan wilayah otonomi khusus jika mereka melanggar aturan hukum. Termasuk di antaranya Catalunya. Saat ini, Spanyol punya 17 wilayah otonomi khusus.Jika pasal itu diberlakukan, pemerintahan di wilayah Catalunya akan dibubarkan dan Madrid akan membentuk pemerintahan yang baru. Semua diambil alih Spanyol sebelum penyelenggaraan pemilu percepatan untuk memilih pemimpin Catalunya yang baru.Saenz de Santamaria menegaskan, keputusan pemerintah Spanyol untuk mengatasi krisis di Catalunya sudah didukung penuh oleh parlemen. Tak ada tawaran negosiasi dari Spanyol.

Komentar