Suami Dibunuh, Istri Tuntut Nyawa Dibalas Nyawa

Selasa, 17 Oktober 2017 22:51

FAJAR.CO.ID, SAMPIT– Eni (37) tidak pernah membayangkan dirinya harus kehilangan suaminya atau ayah dari keempat anaknya bernama Robik Hartono (35)  secepat ini.Usia anak-anaknya paling besar masih duduk di bangku kelas tiga Sekolah Dasar, sedangkan anaknya yang paling terakhir berumur lima bulan dan masih membutuhkan perhatian ayahnya.Korban tewas dengan luka tusukan di bagian leher punggung serta pantat yang dilakukan oleh Darsyah (30). Ironisnya pelaku yang juga masih tetangga korban dan keduanya saling mengenal satu sama lainnya.Keduanya memang selama ini tinggal di areal Lokalisasi Kelurahan pasir Putih Kecamatan Mentawa Baru Ketapang di Jalan Jenderal Sudirman km 12 Sampit.Niat ingin melerai perkelahian yang terjadi antara pelaku dengan orang lain malah menjadi petaka. Robik Hartono malah dibunuh oleh pelaku dengan begitu kejam. Hal ini disampaikan saat beberapa awak media mendatangi kediamannya dengan isak tangis sembari memeluk anak pertamanya.Menurutnya, tidak pernah ada firasat atau pertanda akan meninggalkannya untuk selama-lamanya. Mengingat pada saat berangkat bekerja seperti biasa dan tidak ada hal-hal yang berbeda di wajah maupun tingkah laku.Sehingga pada saat sang suami bekerja berjalan secara normal dan anak-anak juga mengetahui apabila ayahnya ingin bekerja. Karena memang anak-anak juga masih kecil sehingga langsung beranjak tidur setelah ayahnya berangkat bekerja.Ia merasa kaget pada saat tidur, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dengan kencang dan memintanya untuk segera mendatangi sang suami yang berada di lokasi kejadian.Awalnya tidak mengetahui dan tidak mengerti apa-apa karena hanya diminta untuk segera datang melihat kondisi korban.“Betapa kagetnya melihat korban sudah bersimbah darah yang begitu hebat. Saya hanya bisa menangis dan meronta-ronta melihat kondisinya sudah meninggal dunia,”katanya dengan deraian air mata sembari memeluk anak pertamanya.Dengan meninggalnya korban, tentunya saat ini tidak ada tulang punggung untuk menafkahinya beserta dengan keempat anaknya. Mengingat selama ini yang bekerja hanya korban dan ia hanya bekerja di rumah mengurus rumah tangga saja.Saat ini memang tidak mengetahui apa yang akan dilakukan, namun dengan adanya kejadian ini mengharap langkah polisi untuk memberikan hukuman yang sebrat-beratnya.“Saya minta polisi dapat memberikan keadilan sehingga pelaku bisa dihukum seberat-beratnya. Kalau perlu nyawa dibalas dengan nyawa,”ujarnya dengan nada emosi. (son/ala/dar/prokal/fajar)

Bagikan berita ini:
6
8
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar