41 Ribu Warga Enrekang Terancam Kehilangan Hak Pilih – FAJAR –
Pilkada

41 Ribu Warga Enrekang Terancam Kehilangan Hak Pilih

FAJAR.CO.ID, ENREKANG – Warga Kabupaten Enrekang sebanyak 41.069 jiwa terancam tak bisa memilih karena belum melakukan perekaman KTP elektronik. Hal itu sesuai data Disdukcapil Enrekang semester 1 2017.

Menurut Divisi Data dan Perencanaan KPUD Enrekang, Haslifah, Rabu kemarin, saat ini jumlah pemilih sebanyak 164.665 orang, sedang yang sudah mengantongi E-KTP 123.596 orang. Sisanya  41.069  belum merekam

” Ini data yang diterima dari Disdukcapil. Warga yang belum melakukan perekaman, bila ingin menggunakan hak pilih, harus mengantongi surat keterangan (Suket) dari instansi berwenang,”kata Haslifa.

Sesuai amanat UU, lanjut Haslifa,  e-KTP menjadi satu-satunya data untuk ikut serta pemilu dan paling lambat Desember 2018. Namun, surat keterangan (Suket) masih bisa digunakan dalam Pilkada 2018, karena perekaman e-KTP belum 100 persen.

Haslifah menambahkan, untuk data pemilih pemula, belum ada data ril, terutama pelajar, karena masih banyak yang belum memiliki KTP elektronik. “Untuk pemilih pemula jumlahnya belum ada angka pastinya. Saat sosialisasi, belum lama ini, hampir semua pelajar belum memiliki e-KTP,” ujarnya.

Haslifah mengaku gencar melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah yang siswanya sudah wajib untuk melakukan perekaman e-KTP. “Kita terus melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah untuk segera melakukan perekaman e-KTP dan menghindari politik uang dan tidak Golput,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Enrekang, Andi Hamzah menjelaskan, pihaknya telah melakukan pelayanan keliling untuk perekaman e-KTP dan pengurusan dokumen kependudukan lainnya. “Sudah satu bulan anggota kami di lapangan melakukan pelayanan keliling untuk melakukan perekaman e-KTP, sekaligus pengurusan kartu keluarga dan akta kelahiran,” katanya.

Hanya saja, kata Andi Hamzah, tidak menjamin akan menyelesaikan perekaman dalam waktu singkat, sebab terkendala pendanaan dan alat yang dipakai hanya satu. “Saat ini hanya 3 desa di satu kecamatan bisa dilayani, dan hanya dua hari sesuai dengan anggaran yang tersedia. Kalau kita tambah harinya, anggaran akan membengkak,” ungkapnya. (her/lim)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!