Biadap!! ABG di Sleman Dipaksa Layani Pria Hidung Belang, Bayarannya Cuman Rp 10 Ribu


Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIJ Kompol Retnowati mengungkapkan, kasus perdagangan anak tersebut terungkap berkat laporan masyarakat di sekitar salon milik HRY. Dari penyelidikan polisi, tersangka telah melakukan tindak perdagangan manusia dengan mempekerjakan dan memaksa anak di bawah umur untuk melakukan perbuatan asusila.Penyidik mendapatkan bukti visum adanya kerusakan organ intim korban akibat kekerasan seksual. Di salon milik tersangka, polisi juga mendapati barang bukti berupa 45 buah kondom berbagai warna, sembilan kondom bekas, sepuluh buah pelumas dan tisu.Aparat juga menemukan empat botol anggur merah, satu di antaranya masih terisi. ”HRY kami tetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil visum yang diperkuat keterangan saksi-saksi,” ujar Retno.Lebih lanjut Retno mengungkapkan, hubungan tersangka dengan korban tak sebatas bos dan anak buah. Sebab, keduanya sebelumnya sudah saling kenal. Bahkan keduanya pernah tersandung kasus pencurian di sebuah toko di kawasan Wirobrajan, Kota Jogja.?Awal AKW menjadi korban eksploitasi adalah ketika kabur dari rumah pada Juli lalu. Saat itu, korban bertemu anak tersangka yang kemudian mengajaknya ke salon esek-esek tersebut. “Saat itulah korban ditawari bekerja di sana (salon),” katanya.Karena masih berstatus pelajar, korban diizinkan tersangka untuk bersekolah sejak pagi hingga siang. Selanjutnya setelah pulang sekolah, korban langsung bekerja di salon.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar