Dugaan Pungli di BPN Pangkep, Warga Diminta Bayar Rp5 Juta

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, PANGKEP – Dugaan pungutan liar (Pungli) kembali terjadi. Itu terlihat dilingkup Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pangkep. Seorang ibu rumah tangga berinisisal HH (30) warga Kampung Bulu bulu, Kelurahan Anrong Appaka, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, mengaku jika diminta membayar Rp5 juta agar pengurusan sertifikat tanah lahan tambak miliknya cepat selesai.“Sudah tujuh bulan pak, saat itu saya mau urus sertifikat tanah empang. Tapi, pas saya tiba kantor BPN ada orang yang mengaku pegawai BPN menghampiri saya untuk membantu mengurus,” ujarnya saat ditemui di kantor BPN, Rabu (18/10).HH juga mengaku jika oknum pegawai BPN Pangkep tersebut meminta uang  Rp5 juta, dengan dalih mempermudah penerbitan sertifikat tanah. Namun, sayang hingga tujuh bulan berselang sertifikat tanah yang dijanjikan tidak kunjung terbit.“Belum ada sampai saat ini pak. Makanya, saya datang kesini tapi, malah saya dapat penyampaian dari pihak BPN, berkas saya tidak terdaftar,” ujarnya.Sementara itu, Kepala BPN Pangkep yang hendak dikonfirmasi terkait dugaan pungli tersebut belum bisa ditemui, lantaran sedang mengikuti rapat.Sementara salah seorang staf pegawai BPN Pangkep, Wawan yang berhasil ditemui, membenarkan jika oknum yang diduga melakukan pungli tersebut salah satu pegawai di BPN Pangkep.(Atho)

  • Bagikan