Hanya karena Kata “Pribumi” Anies Akan Susul Ahok ke Penjara?

  • Bagikan
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. (Foto: JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID — Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, mengaku telah menerima laporan terhadap gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, terkait pidatonya yang menyebut kata “pribumi”, tetapi laporan yang dimaksud belum masuk ke direktorat.“Sudah disampaikan laporan atas nama Jack Lapian, nanti dari si penerima (Bareskrim) akan membagi masuk ke direktorat mana lalu dikaji,” kata dia ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (18/10/2017).Kemungkinan, kata dia, laporan akan dimasukan di Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum). “Tapi sampai sekarang direktorat pidum belum terima. Masih di bagian penerima laporan,” sambung dia.Saat disinggung kapan kiranya pemeriksaan mulai dilakukan, Setyo yang juga mantan Wakabaintelkam ini belum bisa menyebutkannya. Karena hal itu adalah wewenang penyidik nanti.“Untuk kapan pelapor akan diperiksa, tunggu dari penyidik. Karena sampai sekarang laporan belum diterima (dittipidum). Kemungkinan masih di bagian penerimaan laporan,” ucap dia.Sebelumnya, laporan terhadap Anies teregister dengan tanda bukti lapor bernomor TBL/735/X/2017/Bareskrim. Pelapornya adalah Jack Boyd Lapian dan terlapor tertulis nama Anies Rasyid Baswedan.Dalam laporan yang diterima kepala piket siaga III itu, Anies diduga melakukan pidana diskriminatif ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 huruf B ke-1 dan 2. Lalu juga pasal 16 UU nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi, ras dan etnis.Dia menambahkan, penggunaan kata “pribumi” dan “nonpribumi” sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008. Hal itu kini dilarang berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 26 Tahun 1998.

  • Bagikan