Hilang Selama 18 Jam, Ditemukan Sudah Jadi Mayat

FAJAR.CO.ID, SORONG – Seorang Nelayan bernama Adi, yang hilang saat membeli ikan di Batu Lubang pada Minggu (15/10), sekitar pukul 13.00 WIT, akhirnya ditemukan tak bernyawa pada Senin (16/10) pukul 17.00 WIT, setelah dilakukan pencarian lebih dari 18 Jam.

Adi ditemukan di Tanjung Suprau oleh Tim Gabungan berkat laporan warga yang mendapatkan perahu de­ngan mesin 15 PK.

Kasat Polair Polres Sorong Kota AKP Kretsman Mulalinda yang dikonfirmasi Radar Sorong membenarkan bahwa, nelayan yang bernama Adi, yang dinyatakan hilang saat membeli ikan pada hari Minggu (15/10) sudah ditemukan oleh Tim SAR bersama Satpol Air Senin (16/10) sekitar pukul 17.00 WIT di Tanjung Suprau dengan keadaan tak bernyawa dengan posisi mengambang.

Kasat Polair menjelaskan sejak dinyatakan hilang tim gabungan sudah melakukan pencarian, langsung bergerak menuju lokasi yang ditunjukkan warga yang mendapatkan perahu korban yang ikut hanyut. Penyisiran yang kurang lebih hingga memakan waktu 18 Jam, akhirnya Adi ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan kulit terkelupas hingga bagian mata.

Kasat Polair mengatakan bahwa awal menghilangnya Adi saat korban dan rekannya, Talib hendak membeli ikan di Tanjung Saoka. ”Mereka berangkat dari Jembatan Puri ke Saoka untuk beli ikan itu sekitar pukul 13.00 WIT,” kata Kretsman melalui telephone genggamnya, kemarin (16/10).

Sekitar pukul 18.00 WIT lanjut Kretsman keduanya yang saat itu usai membeli ikan kemudian memutuskan untuk pulang. Namun jelas Kretsman sesampainya di Batu Lubang, korban berhenti dan mengatakan akan menunggu nelayan yang lain untuk kemudian membeli ikan lagi.

”Talib waktu itu sudah mengajak korban untuk pulang saja, karena saat itu juga sudah maghrib. Namun korban bersikeras untuk tetap bertahan di Batu Lubang,” jelas Kasat Polair. Sambungnya, Talib yang saat itu gagal membujuk korban kemudian memutuskan untuk pulang sendirian.

Namun, sampai malam harinya korban tidak kunjung kembali ke rumahnya. Keluarga korban yang khawatir dengan keadaan korban karena tidak kunjung pulang ke rumah kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polair Polres Sorong Kota.

Kretsman mengatakan bahwa setelah menerima laporan keluarga korban, satuannya bersama Tim SAR dan Dit Polair kemudian melakukan pencarian terhadap keberadaan korban. Kepada koran ini, Kretsman mengatakan bahwa pasca dinyatakan hilang sampai dilakukannya pencarian, korban tidak kunjung ketemu.

”Kita sudah melakukan penyisiran di lokasi yang diduga menjadi tempat hilangnya korban, namun korban belum ketemu juga. Hanya perahu kecil dengan mesin 15 PK milik korban saja yang ditemukan oleh warga Tanjung Saoka,” kata Kasat Polair sembari mengatakan perahu milik korban sudah dibawa pulang oleh keluarga korban.

Akhirnya setelah 18 jam lebih korban ditemukan tak bernyawa di Tanjung Suprau.(raf)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor :

Comment

Loading...