Teror Buaya Makin Menggila, Warga Sampai Pasang Jaring di Rumah – FAJAR –
Kriminal

Teror Buaya Makin Menggila, Warga Sampai Pasang Jaring di Rumah

FAJAR.CO.ID, SAMPIT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit telah mengamati langsung kondisi lingkungan sekitar rumah warga di Desa Bebaung, Kecamatan Pulau Hanaut yang diteror buaya. Sebagai upaya sementara mengantisipasi serangan buaya, rumah warga dipasang  jaring pengaman.

”Kami sudah memasang jaring pengaman di tempat warga. Pemasangan jaring ini merupakan salah satu upaya pencegahan serangan buaya,” kata Komandan Pos Jaga BKSDA Sampit Muriansyah, Selasa (17/10).

Dengan adanya  jaring, diharapkan potensi serangan buaya ke rumah  dapat diminimalkan. Dengan demikian, warga tetap aman di rumah meski air sungai pasang.

Seperti diketahui, buaya muara  sempat meneror Sugian warga Desa Bebaung Kecamatan Pulau Hanaut, Jumat (13/10) lalu. Sugian mendapati buaya besar itu di teras rumahnya saat tengah malam. Buaya naik ke rumah saat air Sungai Mentaya pasang.

”Buaya sampai ke depan rumah warga karena air pasang sampai ke depan rumah,” jelas Muri.

Diyakini buaya tersebut mengincar sejumlah hewan ternak, seperti ayam dan itik, yang kebetulan saat itu sedang berada di teras rumah. Namun, setelah kepergok pemilik rumah, buaya tersebut langsung menghindar dan menjauh dari rumah warga.

”Kami telah memberi pengarahan kepada Pak Sugian dan warga sekitar yang rawan terjadi serangan buaya agar tetap waspada. Kami juga meminta bantuan camat setempat untuk membantu warga  menyediakan jaring dan memasangnya di rumah warga,” katanya.

Pihak BKSDA yang saat itu singgah ke kantor kecamatan juga mendapat laporan baru soal kemunculan buaya. Kali ini lokasinya di Desa Hanaut, Kecamatan Pulau Hanaut. Warga di desa melihat ada kemunculan buaya. Bahkan kali ini dua ekor buaya yang kerap mendekati permukiman warga.

Pihak Pos Jaga BKSDA Sampit mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin mengantisipasi serangan buaya di wilayah Selatan Kotim itu. Tahun 2013 lalu, BKSDA memasang 4 papan peringatan di sejumlah kawasan yang rawan terjadi serangan buaya. Sayangnya hanya tersisa 2 papan peringatan,  lainnya rusak dimakan usia.

”Memang untuk relokasi belum bisa, karena itu perlu alat dan orang yang ahli di bidang tersebut. Tapi, kami terus berupaya maksimal mencegah terjadinya potensi serangan buaya terhadap warga,” ujar Muri.

Muri berterima kasih kepada pihak kecamatan dan desa yang selama ini selalu berkoordinasi dengan BKSDA. Meski membahayakan keselamatan manusia, warga di wilayah itu tidak lantas membunuh hewan yang dilindungi oleh Undang-Undang itu. (oes/ign)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!