Tiga Tahun Masa Kerja Jokowi-JK, Demokrat Akui Ekonomi Indonesia Menurun

0 Komentar

FAJAR.CO.UD, JAKARTA – Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sudah memasuki tiga tahun masa kerja. Ditiga tahun ini, pemerintahan dengan jargon ‘kerja kerja dan kerja’ itu dinilai sudah banyak bekerja.

Namun, ada banyak pula yang belum terselesaikan sesuai dengan janji kampanye dan program Nawacita mereka. Salah satu poin dalam Nawacita yang paling disoroti adalah kesejahteraan masyarakat.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan meminta, pemerintah secepatnya menggenjot kinerja mereka dalam tahun ini, karena tahun politik mulai tiba. Kinerja pemerintahan Jokowi-JK hanya akan efektif selama enam bulan, karena sisa waktunya akan habis untuk konsulidasi polutik menuju Pilpres 2019.

“Pemerintah harus betul-betul meningkatkan kinerjanya, khususnya dalam hal kesejahteraan rakyat dan kepedulian terhadap kepentigan rakyat,” kata Syarief Hasan dalam diskusi di ruang Media Center DPR RI, Jumat (20/10).

Tak sampai disitu, mantan Menteri di Era SBY ini berharap agar pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap harga kebutuhan pokok yang kian naik, agar masyarakat ikut menikmati kerja pemerintah.

Lanjut Syarief, lapangan pekerjaan juga menjadi hal penting bagi Jokowi-JK di masa akhir kerja mereka. Lapangan pekerjaan menjadi salah satu cara untuk memperbaiki ekonomi bangsa, yang saat ini masih stagnan di 5 persen.

“Masih sekitar 5 persen, tidak beranjak sejak Pak Jokowi menerima estafet kepemimpinan. Kami harap ini bisa digenjot lagi ke depannya,” jelasnya.

Syarief juga mengakui adanya penurunan daya beli masyarakat akhir-akhir ini. Hal itu terbukti dengan ditutupnya beberapa industri retail, serta harga jual pertanian menurun drastis. “Harus menjadi perhatian pemerintah,” (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...