Sempat Disita karena Belum Lunas, Meja Tulis Siswa Sekolah Ini Sudah Kembali – FAJAR –
Pendidikan

Sempat Disita karena Belum Lunas, Meja Tulis Siswa Sekolah Ini Sudah Kembali

Para murid terpaksa belajar di lantai kelas. (Foto: Zainul Siregar/Metro Asahan)

FAJAR.CO.ID — Karena Kepala SD Negeri 112157 Suka Rakyat, FH, tak mampu membayar pengadaan 22 unit meja yang telah dipesan, pemasok barang mengambil paksa fasilitas tersebut.

Akibatnya, para murid terpaksa belajar di lantai kelas sejak Kamis lalu (19/10/2017).

SD Negeri 112157 Suka Rakyat terletak di Desa Kampung Baru, Kecamatan Bilah Barat, Labuhanbatu, Riau, Sumatera Utara.

Pemesanan meja tulis itu sebelumnya terpaksa dilakukan kepala sekolah karena sudah dua tahun lebih meja siswa di sekolah itu sudah tidak layak pakai.

“Jadi sebenarnya saya yang usul kepada ibu kepala sekolah agar membeli meja belajar, sudah dua tahun meja tidak layak pakai, makanya setelah kami hitung saya temani Bu Kasek membeli sebanyak 22 meja dengan cara hutang kepada SBL, pemilik Panglong setempat,” kata Muhsin Dalimunthe, penjaga sekolah.

Dengan mengambil kebijakan sendiri, FH pun menjanjikan kepada SBL akan segera melunasi pembayaran meja belajar tersebut.

Namun, setelah tiga bulan tidak ada pembayaran, Kamis (19/10) kemarin sekitar pukul 14.00 WIB, pihak pemasok mengambil kembali 22 meja tersebut.

Saat ini, sebanyak 2 kelas yakni kelas I dan II terpaksa belajar di lantai dengan menggelar tikar karena tidak memiliki meja untuk belajar. Sementara, kepala sekolah, FH, tidak berada di tempat saat dikunjungi.

Sedangkan, Fauzi, Ketua Komite Sekolah tersebut mengakui bahwa pihaknya sudah pernah mengusulkan pengadaan meja tulis tersebut kepada Pemkab melalui Dinas Pendidikan secara lisan, namun belum ada realisasi.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Pendidikan, Sarimpunan, mengatakan bahwa dia telah memerintahkan KUPT dan Pengawas untuk mengkondisikan kejadian tersebut.

“Saya sudah perintahkan langsung kepada KUPT dan Pengawas untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan membayar kontan barang yang telah mereka (pemilik panglong-red) sita, dan membawanya langsung ke sekolah,” kata Sarimpunan.

Lebih lanjut, bahwa Kepala Dinas Pendidikan tersebut tidak tahu ada usulan lisan itu disampaikan kepada pihak Dinas Pendidikan.

“Saya tidak tahu mereka menyampaikan kepada siapa di dinas pendidikan ini, usulan itu harus tertulis dengan tanda tangan dan stempel dari kepala sekolah yang bersangkutan,” kata Sarimpunan lebih lanjut.

Saat disinggung sumber dana untuk menebus meja tulis yang disita pemilik panglong, Sarimpunan hanya mengatakan bahwa meja belajar siswa sudah kembali ke sekolah dan sudah bisa dipergunakan seperti biasa.

“Meja belajar siswa sudah kembali ke sekolah, dan besok sudah belajar normal,” ucapnya. (zas/syaf/ma)

 

 

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!