Gadis Lolos dari Penyekapan karena Dengar Azan Subuh, Begini Kronologinya…

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Korban penyekapan, penganiayaan disertai perampokan bernama Nadya Chaniago, 17, siswi SMA Swasta Teladan, menuturkan ada kisah mistis hingga dia kini selamat dari perbuatan sadis pelaku berinisial DS.

DS yang merupakan mantan tetangga korban masih dalam pencarian polisi.

Kepada Metro Siantar (FAJAR Group), Nadya mengaku sadar setelah mendengar suara azan dan bisikan almarhum neneknya di rumah kosong tempat dia disekap, dianiaya DS secara sadis hingga pingsan.

“Aku bangun sekitar pukul 03.00 pagi, habis itu pingsan lagi. Terus terdengar suara azan subuh, kayak ada masjid padahal kata orang di situ enggak ada masjid,” kata Nadya saat ditemui di Rumah Sakit Harapan, Senin (23/10).

Setelah siuman, dia bangkit dan berusaha berdiri. Saat itu juga terdengar suara mendiang neneknya berbisik kepadanya.

Sosok nenek yang sudah lama meninggal mengatakan agar korban kuat dan bangkit. Agar korban dapat keluar dari tempat tersebut.

“Aku nyari pertolongan ada yang bisikkan. Kau harus bangkit, harus bisa keluar dari tempat ini,” kata Nadya menirukan bisikan sang nenek.

Dengan rasa pening yang disertai sakit di sekujur tubuh, Nadya berusaha keluar dari rumah itu.

Dia tidak mengenal lokasi itu karena situasi masih gelap. Dengan tertatih-tatih menuju rumah terdekat. Hampir dua jam setelah mencari, dirinya berhasil menemukan seorang ibu yang sedang menjemur pakaian.

Awalnya, si ibu ketakutan melihat kondisi korban yang saat itu acak-acakan dan berlumuran darah yang sudah mengering. Namun akhirnya si ibu mendatangi Nadya lalu menghubungi ibu korban.

Dari penuturannya, dia dan DS sampai di rumah kosong di kawasan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, sekira Pukul 17.50.WIB. Di sana DS katanya menemui seorang wanita, namun Nadya tidak melihat wanita tersebut melainkan hanya mendengar suaranya.

“Aku nunggu, dia (DS) jalan masuk ke rumah. Dibilang ‘Dek Nadya udah datang,” kata Nadya, menirukan suara DS yang seakan-akan menyampaikan kedatangan Nadya kepada orang yang berada di rumah kosong tersebut.

Saat diajak DS masuk, Nadya menolak. DS kemudian memanggil untuk masuk ke dalam rumah.

Setelah beberapa menit, DS pun menemui Nadya. Mereka kemudian berjalan dengan posisi Nadya berada di depan DS.

Saat itu lah, DS memukul Nadya tepat di bagian hidung. Korban seketika terjatuh. Sempat terjadi pertengkaran antara keduanya hingga DS menginjak wajahnya. Selain itu, dia juga mencekik leher dan menarik rambut Nadya, hingga dia pingsan.

Setelah dirinya pingsan hingga sekira pukul 03.00 WIB, Nadya tidak mengetahui apa yang terjadi hingga bagian wajahnya penuh luka. Beruntung dia sadar dan selamat setelah ditolong warga.

“Saya berharap DS segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” katanya mengakhiri cerita.

Terpisah, Kasat Reserse Kriminal, AKP Restuadi mengaku pihaknya masih belum dapat menemukan DS. Dia mengatakan bahwa DS telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sebelumnya Rizal Chaniago, ayah korban, mengatakan pelaku dikenal keluarganya karena DS bersama istri dan anaknya pernah menjadi tetangganya di Jalan Jawa Kelurahan Melayu.

Namun hanya sekitar dua bulan, kemudian pelaku dan keluarga pindah. Tetapi hubungan mereka cukup erat, bahkan istri dan anak pelaku sering makan di rumah mereka.

Menurut Rizal, hubungan anaknya dengan pelaku hanya sekedar teman dan tidak ada hubungan spesial.

“Pelaku mengelabui Nadya mengatakan ada titipan dari adiknya dan harus diambil di rumah. Itulah awalnya Nadya bisa sampai rumah kosong itu,” tutupnya.(cr-05/esa/ms)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...