Gunakan Jimat saat Mencuri, Hermanus Tewas Kesetrum

0 Komentar

SAMARINDA. Percaya terhadap benda-benda yang bisa membawa keselamatan, justru berujung celaka. Inilah yang terjadi dengan Hermanus Jemau, warga Jalan Jakarta, Sungai Kunjang.

Meski sudah membawa berbagai macam jimat ditubuhnya, sengatan aliran listrik membuat pria 42 tahun itu tewas seketika. Diduga Hermanus saat itu hendak melakukan pencurian dengan memanjat dinding belakang bangunan sarang walet, di Jalan Pusaka, RT 15, Sungai Kunjang, Selasa (24/10) kemarin.

Suasana pagi di Jalan Pusaka mendadak gempar. Warga menemukan Hermanus sudah tergeletak tepat di selokan belakang bangunan sarang walet, sekitar pukul 06.00 Wita.

Saat ditemukan warga, Hermanus mengenakan pakaian serba hitam, menggunakan topi dan di kepalanya terikat sebuah lampu penerangan. Tubuhnya tergeletak kaku, menempel di bagian dinding belakang bangunan sarang burung walet. Kaki kananya tersangkut sebuah besi kecil yang menjulang ke atas bangunan.

Besi kecil dan panjang tersebut diduga merupakan tangga yang digunakan Hermanus untuk memanjat dinding bangunan, karena diujungnya tersangkut di sela ventilasi udara berukuran 1×1 meter. Warga bernama Aldi (20) langsung menginformasikan hal tersebut kepada pihak kepolisian dari Polsek Sungai Kunjang.

“Saya dipanggil oleh warga, katanya ada mayat dibelakang bangunan sarang walet, saat saya kesana saya dan warga tidak berani mendekat dan hanya melihat dari kejauahan saja,” kata Aldi.

Dugaan Hermanus merupakan pelaku pencurian dibenarkan oleh Aldi. Sebab menurutnya di sekitar daerah itu, jauh dari rumah warga dan korban juga bukan warga setempat.

“Pemilik bangunan ini saya kenal. Dan rasanya sarang walet ini tidak ada yang menjaga, hanya sesekali pemiliknya datang untuk mengecek kondisi walet yang ada di dalamnya,” lanjut Aldi.

Aldi menambahkan, aksi pencurian sarang walet memang kerap terjadi di daerahnya. Hal ini disebabkan bangunan walet rata-rata jauh dari pemukiman dan tidak dilengkapi dengan pengamanan seperti penajaga.

“Bukan pertama kali, namun baru kali ini ada yang tertimpa nasib nahas. Dan malahan ditemukan tewas,” ujar Aldi.

Sementara itu, Ngadiyo (46) pemilik sarang walet, mengetahui ada pelaku pencurian yang tewas dibelakang bangunannya dari warga. Dan langsung menuju lokasi kejadian.”Saya pas sedang bekerja, dan kaget juga mendengar kabar ini.” kata Ngadiyo

Ditambahkan Ngadiyo, Bangunan miliknya ini berlantai dua, dengan ketinggian sekitar 10 meter. Sebenarnya isi dari sarang walet saat ini sedikit, lantaran bulan lalu sudah ia petik hasilnya. ”Paling tinggal 3 buah saja, sebab bulan lalu sudah saya panen dan menjualnya sekitar 1,5 kilogram,” tambah Ngadiyo.

Mengenai aliran listrik di sekitar atau di dalam bangunan, Ngadiyo menungkapkan listrik yang ada hanya digunakan untuk lampu penerangan. Itupun tidak banyak.

”Kabel memang ada, hingga keluar bangunan, tapi apakah kabel itu penyebabnya saya juga tidak tahu,” terang Ngadiyo.

Wakapolsekta Sungai Kunjang, AKP Dherrie Alim mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan kasus tersebut, sebab masih dalam penyelidikan. Namun, kuat dugaan korban merupakan pelaku pencurian, hal itu dikuatkan dengan perlengkapan yang terdapat disekitar lokasi kejadian.

“Kita masih mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi saksi. Namun, jika dilihat dari barang bukti yang ada ditempat kejadian, kuat dugaan korban ini merencanakan untuk lakukan pencurian,” tuturnya.

Ditanya mengenai penyebab kematian korban, dia menjelaskan, saat korban dievakuasi terdapat sisa aliran listrik ditubuh dan genangan air.

“Perkiraan tersetrum, sebab di sekitar lokasi kejadian terdapat aliran listrik, tapi dayanya sudah tidak besar, memang mengarah kesana, tapi kita belum bisa pastikan, masih penyelidikan dan menunggu hasil dari rumah sakit,” tutupnya. (kis/beb)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...