Rumah Sepih, Lihat Anak Tirinya Pakai Handuk, Bapak Ini Jadi Nafsu, Selanjutnya…

0 Komentar

GUNUNG TABUR – Saat itu, kondisi rumah sepih. Putri  (nama samaran) sehabis mandi dan menuju kamar untuk berpakaian.

Penampilan Putri, dengan mengenakan handuk, rupanya membuat ayah tirinya yang bernisial AR (37), bernafsu. Tak menunggu waktu lama, AR pun ikut membututi anaknya ke dalam kamar.

Gadis berumur 12 tahun itu cukup kaget ketika melihat ayah tirinya ikut masuk ke kamarnya. Meski begitu, AR tetap melakukan aksi bejatnya terhadap Bunga yang masih duduk di kelas VI Sekolah Dasar itu.

Akibatnya, AR yang merupakan warga di Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur itu dibekuk Kepolisian Gunung Tabur.

“Saya juga enggak tahu, tiba-tiba aja saya bernafsu saat lihat dia selesai mandi. Anaknya sempat menolak tapi saya ancam akan membunuhnya kalau tidak mau,” ungkap Ar ditemui media ini setelah diamankan di Mapolsek Gunung Tabur, kemarin (24/10).

 

Akibat trauma dengan perlakuan ayah tirinya, korban langsung melarikan diri ke rumah neneknya. Dirumah neneknya, Bunga terpaksa menceritakan perlakuan busuk ayah tirinya itu kepada Ibunya, meskipun sebelumnya diancam dibunuh agar tidak menceritakan.

Walau hanya bercerita empat mata, tetapi perbincangan korban dengan ibunya terdengar oleh tantenya yang kemudian mendorong untuk melaporkan perbuatan bejat sang ayah tiri yang merengut keperawanan sang anak ke Polsek Gunung Tabur, sekitar pukul 19.00 Wita.

Pihak kepolisian yang menerima laporan, langsung membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai untuk diperiksa. Sambil menunggu hasil pemeriksaan, polisi juga memeriksa beberapa saksi atas laporan tersebut dan langsung menjemput Ar di kediamannya.

“Ar kita amankan di rumahnya sekitar pukul 20.00 Wita,” ujar Kapolsek Gunung Tabur AKP Jarwanto, melalui Kanit Reskrim Aiptu I Wayan Wartama kepada Berau Post kemarin (24/10). Saat diamankan, Ar mengakui perbuatannya. Ar diamankan bersama barang bukti berupa sebuah pisau dapur yang digunakan untuk mengancam korban.

Akibat perbuatannya, Ar terancam diganjar pasal 81 ayat 1 dan 2, atau pasal 82 ayat 1, Undang-Undang 35/2004 tentang perubahan Undang-Undang 23/2002 tentangan perlindungan anak.

“Ar diancam hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun,” tegas Wayan. (sam/udi)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...