Satgas Saber Pungli Pangkep Amankan Pegawai BPN

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PANGKEP–Satgas Saber Pungli Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), bergerak cepat mengungkap kasus pungutan liar (Pungli) yang terjadi di lingkup Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pangkep. Kasus ini bermula ketika salah seorang warga belum lama mengeluhkan pembayaran sejumlah uang dalam penerbitan sertifikat.

Dari hasil pengembangan, Satgas Saber Pungli menemukan bukti keterlibatan tiga pelaku yang saling berkaitan dalam kasus tersebut. Dua diantara pelaku saat ini telah diamankan, termasuk oknum pegawai BPN Pangkep berinisial MH dan satunya lagi masih dalam pengejaran.

Saat ini, polisi yang tergabung dalam Satgas Saber Pungli belum bisa membeberkan keterkaitan dan peran masing-masing ke tiga pelaku tersebut.  Namun, dipastikan dalam waktu dekat ini semuanya akan rampung dan akan dirilis.

“Dari hasil pengembangan, terhadap korban dan saksi-saksi, kita temukan ada tiga orang yang terlibat dalam kasus ini. Yang pastinya, inisial MH ini adalah pelaku utama dan masih ada lagi satu pelaku yang masih dalam operasi. Setelah itu, kita akan satukan keterangan dan baru bisa menyimpulkan keterlibatan dan peran masing masing pelaku,” jelas Ketua Satgas Saber Pungli Pangkep, Kompol Apri Parasetya, saat dikonfirmasi, Rabu 25 Oktober.

Terpisah Kepala BPN Pangkep, Arman menyerahkan sepenuhnya ke pihak berwajib untuk menuntaskan kasus yang melibatkan oknum pegawai BPN Pangkep. “Kalau dari pihak kami, sudah jelas, sanksi tegasnya, telah kita keluarkan oknum pegawai tersebut. Selanjutnya, pihak yang berwajib yang akan memprosesnya secara hukum,” tegasnya.

Sementara itu, pihak korban Hapsa, berharap kejadian yang menimpanya dapat diselesaikan segera. Ia juga berharap uang yang telah disetornya ke pelaku dapat dikembalikan. Pasalnya, saat ini hanya berharap dari uang tersebut untuk kembali mengurus sertifikat tanah miliknya.

“Kalau saya pak, saya serahkan ke polisi, keterangan saya juga sudah diambil sama polisi. Tapi, saya juga berharap, uang saya dikembalikan, soalnya uang itu juga yang mau saya pake kembali mengurus langsung penerbitan sertifikat tanah,”katanya. (awi/rif)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...