Lombok Barat Makin Agresif Garap Pariwisata Berkelanjutan

Sabtu, 28 Oktober 2017 08:58
Belum ada gambar

LOMBOK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), makin agresif membangun industri pariwisata.Saat ini, Pemkab Lombok Barat sedang serius mengembangkan 14 desa wisata bercirikan pengembangan pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism development (STD).Menurut Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Ispan Junaidi, desa-desa wisata itu menyimpan potensi yang beragam. Misalnya, Desa Wisata Senggigi yang memiliki karakter wisata pantai. Sementara itu, Desa Banyumulek terkenal dengan kerajinan gerabah.Ada pula Desa Narmada yang memiliki objek sejarah berupa permandian yang dipercaya bisa membuat seseorang awet muda.Dia menambahkan, destinasi wisata tidak melulu pemandangan alam. Tangan-tangan kreatif penduduk lokal juga bisa menciptakan destinasi yang menarik minat wisatawan.“Ada tiga aspek utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Yakni, mendorong kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan, peningkatan kapasitas masyarakat, dan peningkatan aspek ekonomi untuk masyarakat di desa wisata,” kata Ispan, Selasa (24/10).Dia mencontohkan kreativitas warga Desa Wisata Sesaot, Kecamatan Narmada.Setelah Sesaot ditetapkan sebagai desa wisata pada 2015 lalu, warga lokal mengambil langkah kreatif menjadikan daerahnya destinasi yang nyaman bagi wisatawan.Kreativitas warga Desa Sesaot pun memberikan banyak dampak positif. Salah satunya menekan angka penebangan liar di desa yang berdampingan dengan kawasan hutan lindung itu.Dampak positif lainnya adalah tingkat penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi.”Masyarakat Sesaot juga mulai sadar lingkungan. Selain itu, desa wisata ini mampu menyerap 177 tenaga kerja,” imbuh Ispan.

Bagikan berita ini:
8
3
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar