Kasus Novel Berlarut-larut, Abraham Samad Dorong KPK Bentuk TPF

Selasa, 31 Oktober 2017 17:04

FAJAR.CO.ID — Sejumlah mantan Pimpinan KPK, tokoh anti-korupsi, media dan HAM melakukan audiensi bersama pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (31/10/2017).Jurubicara KPK, Febri Diansyah, menjelaskan bahwa pembahasan dalam pertemuan tersebut terkait 200 hari penyerangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.”Kami mendapat informasi, audiensi yang akan dibahas adalah terkait telah lewat 200 hari novel di serang dan bentuk serangan lain terhadap KPK,” kata Febri.Salah seorang pimpinan yang hadir adalah mantan Ketua KPK, Abraham Samad. Sebelum masuk ke Gedung KPK, dia sempat menyapa para wartawan yang berada di sekitar lobi.”Maksud kedatangan kami mantan pimpinan dan beberapa aktivis, pertama kita ingin melakukan komunikasi atau audiensi silaturahmi dengan pimpinan KPK sekarang, untuk membicarakan beberapa hal,” kata Samad kepada wartawan.Salah satu yang akan dibahas, kata Samad, di antaranya mendorong pimpinan KPK untuk mengusulkan tim pencari fakta (TPF) terhadap kasus Novel.Menurut Samad, TPF perlu dibentuk dalam kasus Novel Baswedan Karena peristiwa yang terjadi pada April 2017 itu telah terlalu berlarut-larut.”Ini sama sekali bisa ganggu keberadaan KPK. Kita berpikiran untuk usulkan pada pimpinan KPK agar mengusulkan ke presiden bentuk TPF,” jelasnya.Selain Abraham Samad, beberapa mantan pimpinan KPK juga dikabarkan akan hadir seperti, Muchtar Pabotinggi, Busyro Muqodas, Bambang Widjojanto, Dadang Trisasongko, Allisa Wahid, Duta Baca Najwa Shihab, Usman Hamid, Ketua YLBHI Asfinawati, Hariz Azhar, juga Direktur LBH Jakarta Algief. (sam)

Bagikan berita ini:
7
1
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar