Kejam Banget! Masalah Sepele, Tukang Ojek Banting Balita Hingga Tewas

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BANYUWANGI – Malang benar nasib yang dialami balita berumur 22 bulan ini. Bocah tersebut meninggal cukup tragis akibat tindak kekerasan oleh seorang tukang ojek langganan ibunya.

Sebelum meninggal, balita cantik itu dijantur dan dibanting ke tempat tidur. Alasannya sepele, pelaku nekat seperti itu karena si balita terus menangis saat dititipkan ibunya, Sabtu pagi (28/10).

Kisah tragis itu dialami Alesha Keisha Ardani, warga Lingkungan Stendo, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi. Bayi tersebut anak pasangan suami-istri Wiyono dan Rina Munarsih.

Penganiayaan yang menimpa balita yang akrab dipanggil Keisha itu terjadi Sabtu pagi (28/10).

Pelakunya adalah Efendi, warga Lingkungan Pakis Duren, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi.

Ceritanya, pagi itu pukul 08.20, Rina Munarsih menitipkan anaknya ke rumah Efendi yang tak lain adalah tukang ojek langganannya. Saat itu Rina berpamitan akan menemui temannya tak jauh dari tempat itu. ”Berselang 25 menit usai menemui temannya itulah, Rina kembali ke rumah pelaku. Dia  mendapati anaknya sudah dalam gendongan pelaku dengan kondisi luka lebam,” ujar Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Sodik Effendi melalui Kanit Pidum Ipda Mohammad Lutfi.

Saat itu, Keisha sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Pada wajah korban juga terdapat luka lebam. Mendapati kondisi itu, Rina langsung membawa putrinya ke RSI Fatimah untuk mendapatkan perawatan. Korban langsung dirawat di ruang ICU. ”Kepada ibu korban, pelaku berdalih jika korban terjatuh di kamar mandi,” jelas Lutfi.

Usai mendapat perawatan intensif, Sabtu sore korban dibawa pulang oleh keluarganya. Sekitar pukul 18.20, korban mengembuskan napas terakhir. Tak terima dengan kejadian ini, keluarga korban langsung melaporkan ke polisi.

Usai mendapat laporan itulah, polisi langsung bergerak cepat. Setelah mengantar korban ke rumah sakit untuk diotopsi, anggota Polres Banyuwangi langsung menjemput Efendi di rumahnya. ”Saat kami datang, pelaku hendak kabur dengan meloncat dari jendela rumahnya. Bahkan, istri pelaku juga sempat menutup-nutupi dengan mengatakan jika suaminya telah pergi,” beber Lutfi.

Ulah pelaku yang hendak kabur itu semakin membuat polisi curiga. Setelah tertangkap dan diinterogasi, Efendi akhirnya mengakui jika dirinya telah menganiaya korban.

Kepada petugas, pelaku mengaku jika korban awalnya dijantur dengan posisi kaki dipegang dan posisi kepala di bawah. Selanjutnya, korban dibanting ke atas spring bed sebanyak dua kali. Saat diempaskan ke atas tempat tidur itulah, tubuh bocah tersebut sempat mengenai hanger pakaian yang terbuat dari besi. ”Tubuh korban juga membentur tempat tidur yang terbuat dari kayu sehingga keluar darah dari mulutnya,” jelasnya.

Lantas apa motif pelaku begitu tega menganiaya balita tersebut? Alasannya sepele. Bocah tersebut  terus menangis sejak dititipkan dan ditinggal ibunya pergi. Karena kalap, Efendi menganiaya bocah tersebut hingga meninggal.

Akibat perbuatannya itu, Efendi harus mendekam di rumah tahanan Mapolres Banyuwangi. Penyidik menjerat tersangka dengan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. (Fajar/JPR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...