Waspadai Data Survei Abal-abal, Kenali Metode yang Tepat

Yang harus diperhatikan peneliti adalah besarnya sampel yang belum menentukan pilihan. Dalam survei pilgub, biasanya ada responden yang memilih ”tidak tahu” saat disodorkan nama-nama kandidat. Dia menyatakan, hal itu sah-sah saja asalkan tidak melewati batasan tertentu.

”Enam bulan sebelum pemilihan, biasanya calon pemilih sudah menentukan pilihan,” katanya. Karena itu, tidak wajar apabila ada lembaga survei yang masih menonjolkan kelompok pemilih gamang alias floating mass dalam hasil surveinya. ”Maksimal 10 persen,” lanjutnya.

Agar dominasi floating mass dalam survei tidak besar, peneliti harus pintar-pintar mencari sampel pengganti. ”Kalau memang sampel yang sudah diambil tidak mau menentukan pilihan, kita harus mencari sampel pengganti yang bernilai sama dengan sampel pertama,” ujarnya. Yang jelas, sampel-sampel yang dipilih sebagai pengganti harus valid, tidak boleh dari hasil menerawang atau asal comot. (deb/c16/oni)