Anggaran Pembangunan Gedung DPR Baru Diributkan, Begini Kata Taufik Kurniawan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PURWOKERTO – Besaran anggaran pembangunan gedung baru DPR RI mulai diributkan. Berdasarkan penetapan anggaran lewat rapat paripurna mencapa Rp 601 miliar, mulai menjadi momok menakutkan bagi DPR sendiri.

Bagaimana tidak menjadi masalah, anggaran yang akan dibagikan untuk pembangunan gedung baru DPR sebesar Rp 320,44 miliar, dan pembiayaan alun-alun deminrasi sebesar Rp 280 miliar. Nyatanya, untuk membayar konsultan saja.

Menanggapi polemik ini, Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengakui tidak pernah menyebut besaran jumlah anggaran pembangunan gedung baru DPR sebesar Rp 601 miliar itu.

Politisi PAN itu malah berdalih, kalau anggaran ini merupakan inisiatif dan usulan pemerintah. “Ini inisiatif pemerintah tapi kenapa DPR yang digebuk-gebuk dan dipojok-pojokkan terus. Kami sudah serahkan itu ke pemerintah,” kata Taufik saat diskusi pada acara press gathering dengan wartawan parlemen di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, kemarin.

Wakil Ketua Umum DPP PAN ini menuturkan, DPR sudah menyerahkan kepada pemerintah. “Apakah mau melaksanakan atau tidak, itu diserahkan ke pemerintah. Kalau dibangun ya alhamdulillah, kalau tidak ya tidak masalah,” akui Taufik.

Lebih lanjut katanya, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada Kesetjenan DPR agar semua harus transparan dan akuntabel. “Kami tidak cawe-cawe. Saat rapat pimpinan kami sepakat semua kami serahkan kepada mekanisme pemerintah,” ujarnya.

anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Novita Wijayanti mengungkapkan jika sudah seharusnya para wakil rakyat mendapatkan gedung baru. “Waktu itu sehabis rapat paripurna, bapak Ketua Fraksi kami sekaligus Sekjen Gerindra Muzani itu kejebak di lift. Akhirnya ditolongin dengan susah payah waktu itu,” ucap Novita.

Anggota Komisi V DPR ini bahkan menuturkan, pada saat kejadian itu ada beberapa orang yang terluka dan berdarah-darah akibat macetnya serta jatuhnya lift yang baru naik beberapa lantai. “Mereka terjebak dulu, kemudian jatuh (liftnya). Lalu pak Djemy Francis Wakil Ketua Fraksi kami di DPR itu memegang talinya hingga tangannya terluka,” cerita Novita.

Tak mau hal itu terulang lagi, srikandi Partai Gerindra ini pun untuk merealisasikan segera pembangunan Gedung Baru DPR tersebut. “Ini sudah tidak layak sebetulnya. Kalau buat baru tidak mungkin karena gedung tidak bisa, paling direnovasi, kalau harus diganti susah,” tandas Novita. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...