Sidang Kasus e-KTP, Setya Novanto Kebanyakan Lupa

Jumat, 3 November 2017 19:15

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Selama bersaksi di sidang e-KTP, Setya Novanto banyak mengaku lupa dan membantah. Hal itu dia lakukan ketika bersaksi dari pukul 09.00 WIB hingg pukul 14.30 WIB di Pengadilan Tipikor Jakarta.Atas hal itu, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jhon Halasan Butar Butar sempat heran dengan jawaban yang dilontarkan Ketua DPR itu.“Dalam beberapa hal, anda menjawab lupa, kenapa begitu banyak lupa? Tadi saya cermati anda memberi jawaban, lupa, lupa, lupa. Kenapa begitu banyak yang lupa?” kata Hakim John kepada Novanto.Lantas Novanto mengaku bila jawaban lupa dan tidak tahu yang kerap dia sampaikan lantaran jarak antara pembahasan e-KTP hingga saat ini sudah hampir tujuh tahun.“Ya kami lebih banyak enggak tahu, karena sudah begitu lama,” kata dia.Setnov sebelumnya mengaku tak pernah berkaitan dengan proyek e-KTP. Menurutnya, pembahasan proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun hanya ada dalam komisi II DPR.“Masalah yang berkaitan dengan itu betul-betul kami tidak mengetahui yang mulia,” terang dia.Karena jawaban Novanto hanya tidak tahu dan lupa, Hakim lantas memutuskan untuk menyudahi jalannya persidangan. Sebelum menyudahi, Hakim John meminta agar Novanto bisa hadir kembali dalam sidang jika diperlukan.“Saudara Setya Novanto, sementara keterangan anda dianggap cukup, tetapi barang kali harus saya katakan, bahwa dalam perkembangannya nanti, ada kemungkinan kalau memang diperlukan lagi, anda diundang lagi di sini,” ucap Hakim.Diketahui dalam perkara ini Andi Narogong didakwa telah merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun dalam proyek e-KTP.Menurut JPU KPK, Andi diduga terlibat dalam pemberian suap terkait proses penganggaran proyek e-KTP di DPR, untuk tahun anggaran 2011-2013.Selain itu, Andi berperan dalam mengarahkan dan memenangkan Konsorsium PNRI menjadi pelaksana proyek pengadaan e-KTP. Andi diduga mengatur pengadaan dalam proyek e-KTP bersama-sama dengan Setya Novanto. (Fajar/JPC)

Bagikan berita ini:
10
2
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar