Hendak Isi Kajian, Ustad Felix Siauw Diusir GP Ansor

BANGIL - Ratusan massa dari PC GP Ansor dan Banser Bangil, Sabtu (4/11) pagi, mendemo kedatangan ustad Felix Siauw di Masjid Manarul Bangil. Demo ini membuat kajian ilmiah atau pengajian yang rencananya diisi Felix Siauw, akhirnya dibatalkan.

GP Ansor menuding, panitia dari Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Pasuruan, tidak menepati perjanjian yang dibuat sebelumnya. Panitia berjanji, Felix akan menandatangi perjanjian sebelum pengajian dimulai. Namun, ternyata janji itu tidak ditepati.

Massa GP Ansor dan Banser mulai memadati depan areal Masjid Manarul, Gempeng, Kecamatan Bangil, sekitar pukul 08.30. Mereka berjumlah sekitar 100 orang.

Demo itu, akhirnya membuat panitia membawa Felix keluar dari area masjid. Pengajian pun urung dilakukan.

Saad Muafi, Ketua PC GP Ansor Bangil mengaku kecewa, setelah mengetahui Ustad Felix ada di Masjid Manarul tanpa menandatangani perjanjian. Saad merasa dibohongi panitia.

“Kami merasa dibohongi panitia. Kesepakatannya, kami juga akan ikut menjemput ke bandara dan di sana Felix akan menandatangani perjanjian. Tapi ternyata Felix sudah ada di dalam masjid,” ungkapnya.

Perjanjian sendiri menurutnya, berisi empat poin. Yaitu, mengaku ideologi Pancasila sebagai satu-satunya ideologi Indonesia; menjaga 4 pilar kebangsaan; menyatakan tidak akan menyebarkan ideologi khilafah dan terakhir, menyatakan keluar dari HTI yang legal formal sudah dibubarkan oleh negara.

Sayangnya sebelum perjanjian diberikan dan ditandatangani, Felix sudah hadir di  Masjid Manarul. Hal inilah yang membuat GP Ansor geram.

Demo sendiri berlangsung sekitar satu jam. Massa akhirnya berhasil ditenangkan petugas Polres Pasuruan yang berjaga di sekitar lokasi pengajian. Massa pun membubarkan diri, sekitar pukul 09.30.

Kapolres Pasuruan, AKBP Raydian Kokrosono mengatakan, Polres Pasuruan menerjunkan 200 personel untuk mengamankan situasi. “Kami mengelola situasi Kota Bangil supaya tetap aman dan kondusif. Bahkan, sebelumnya dilakukan beberapa pertemuan setelah ada penolakan,” terangnya.

Pertemuan terakhir dilakukan Rabu (3/11) malam atau malam sebelum pengajian digelar. Pertemuan dihadiri pengurus PCNU Kabupaten Pasuruan dan panitia.

Pada pertemuan itu, ada perjanjian yang harus ditandatangani oleh Felix sebelum hadir ke Bangil. Tapi, ternyata pagi harinya, Felix sudah ada di Masjid Manarul. Inilah yang menurutnya memicu massa geram.

“Jadi kami dapat informasi bahwa ustad Felix sudah ada di Masjid Manarul. Inilah yang membuat massa terpicu dan akhirnya ada penolakan,” ungkapnya.

Dikatakannya, Felix tak sampai berceramah di Masjid Manarul. Dia hanya menunggu di ruang tunggu. Setelah ada penolakan, Felix langsung dibawa keluar oleh panitia.

Saad Muafi, Ketua PC GP Ansor Bangil menekankan, GP Ansor tidak hendak membubarkan pengajian atau kajian ilmiah. “Yang kami tolak adalah narasumbernya. Jelas bahwa Felix ini adalah tokoh HTI. Jadi pasti dia akan ngomong khilafah,” ungkapnya.

Ditambahkan Saad, tugas menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI adalah tanggung jawab aparat, pemerintah dan juga masyarakat. Apalagi setelah disahkan UU Ormas, maka HTI jelas tidak punya lagi tempat di Indonesia. Termasuk di Pasuruan.

Sedangkan FUIB Pasuruan sebagai penyelenggara tidak ada yang mau memberikan komentar terkait kejadian tersebut. Panitia bahkan sempat meminta ID Card wartawan sebelum dijanjikan bertemu dengan ketua atau humas panitia. Sayangnya, panitia kembali dan mengatakan menolak ditemui wartawan. (br/eka/rf/rf/JPR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor :


Comment

Loading...