Minum Miras di Kotawaringin Timur Didenda Rp 25 Juta

Senin, 6 November 2017 22:22

Regulasi tersebut merujuk pada peraturan presiden dan peraturan menteri tentang bidang usaha yang terbuka dan tertutup. Salah satu pasalnya menyebutkan, industri minuman beralkohol adalah usaha yang tertutup dan tidak boleh ada lagi usaha minuman keras terbuka di Indonesia.Selama ini di Kotim, minuman beralkohol yang diperbolehkan beredar golongan A. Sementara golongan B dan C hanya boleh di hotel bintang 4 dan 5, karena diatur tersendiri melalui Peraturan Menteri Pariwisata. Sementara penjualan minuman beralkohol golongan B dan C di Kotim, hanya ada di satu hotel berbintang di Sampit. ”Jadi, kalau ada kios, warung yang jual minuman beralkohol itu jelas ilegal,” katanya.Peraturan daerah masih memperbolehkan penjualan miras di restoran, rumah makan, dan karaoke dengan catatan tidak melanggar aturan. Khusus untuk penjualan minuman beralkohol golongan A, yakni yang kadar alkoholnya 0 – 5 persen, jarak lokasinya harus lebih dari 200 meter dari fasilitas pendidikan, tempat ibadah, serta rumah sakit.Adapun sebagian besar tempat yang tidak diperpanjang izinnya, karena jaraknya kurang dari 200 meter dari sekolah atau tempat ibadah. Pihak DPMPTSP sudah mengukurnya. Bahkan, ada yang hanya berjarak 20 meter dari sekolah. Sebab itu, izinnya tidak diperpanjang. Di Perda terdahulu tidak mengatur masalah jarak, makanya saat itu diizinkan.

Bagikan berita ini:
8
3
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar