Minum Miras di Kotawaringin Timur Didenda Rp 25 Juta

Senin, 6 November 2017 22:22

Sementara itu, supermarket di Sampit yang mendapat izin menjual minuman beralkohol secara eceran. Selain itu, jika ada yang menjual secara eceran di toko atau kios maka dipastikan ilegal.”Dalam peraturan daerah yang baru, saya beri contoh penjualan arak atau lonang bisa dikategorikan oplosan. Nah, ini dapat diancam kurungan dua tahun dan denda Rp 4 miliar, sedangkan tindak pidana ringan, ancaman minimalnya Rp 25 juta dan paling banyak Rp 50 juta, serta kurungan minimal tiga bulan dan paling lama enam bulan. Meminumnya saja dikenakan hukuman tiga bulan dan denda Rp 25 juta,” kata Johny.Sebelumnya, penjual minuman keras hanya dikenakan tindak pidana ringan dengan denda Rp 1,5 juta. Hal ini disinyalir membuat pelaku terus mengulangi perbuatannya karena dendanya terlalu kecil. Dengan adanya sanksi berat dalam perda, diharapkan akan memberi efek jera.Pihak DPMPTSP bertekad konsisten menjalankan aturan meski tak dimungkiri ancaman dan tekanan terus muncul dari pihak yang tidak suka. Jhony yakin, masyarakat akan mendukung. Sebab, dalam penyusunan perda sudah melibatkan berbagai pihak, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, dan instansi penegak hukum. (fab/jpg/JPC)

Bagikan berita ini:
2
9
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar