Nona Ini Tega Buang Bayinya yang Baru Lahir dari Lantai 17

Kamis, 9 November 2017 - 01:31 WIB
Netchanok Nokyungtong, 20, melemparkan bayinya dari sebuah jendela di flatnya. (Foto: Viral Press)

FAJAR.CO.ID — Tegas sekali Netchanok Nokyungtong terhadap bayi yang baru dilahirkannya. Nona 20 tahun ini melemparkan bayinya dari lantai 17 sebuah flat setelah pria yang berselingkuh dengannya kembali ke pelukan istrinya.

Nona ini mengalami persalinan secara tak terduga di Pattaya Thailand dan melahirkan sendirian di dalam kamarnya di gedung bertingkat tinggi itu.

Seorang pekerja di lantai empat bangunan itu mengaku melihat benda besar jatuh melewati jendelanya dan pergi untuk mengeceknya.

Polisi tiba di lokasi kejadian dan menemukan bayi yang baru lahir itu terbungkus kantong plastik hijau dengan tali pusar yang masih menempel. Petugas memeriksa CCTV dan kemudian menangkap Netchanok yang mengaku membuang bayinya ke luar jendela karena pacarnya, Kim dari Korea Selatan, sudah memiliki keluarga dan kembali kepada mereka setelah mengetahui kehamilannya.

Dia mengatakan kepada polisi bahwa dia melahirkan secara tidak terduga di kamar mandi dan membuka jendela lalu menjatuhkan anaknya di luar di distrik Banglamung kota.

Kepala Polisi Pattaya, Kolonel Polisi Apichai Khemphet, mengatakan bahwa Netchanok mengaku membunuh anaknya dan akan dituntut setelah semua bukti dikumpulkan.

“Nona Netchanok Nokyungtong melahirkan di kamar mandi dimana darah ditemukan di lantai. Dia bilang dia kaget dan belum siap melahirkan. Pacarnya adalah orang asing yang sudah menikah dari Korea Selatan yang tidak mau tinggal bersamanya. Dia patah hati karena pria itu kembali ke keluarganya. Dia memasukkan bayi itu ke dalam kantong plastik dan mengeluarkannya dari jendela dan mati,” kata Apichai.

Polisi awalnya percaya bahwa bayi tersebut mungkin lahir prematur dan meninggal sebelum dilempar dari bangunan. Tapi setelah menyelidiki kematian tersebut dan menangkap Netchanok mereka mengatakan bahwa dia telah mengaku sengaja membunuh anak tersebut.

Netchanok mengatakan bahwa dia telah menjalin hubungan dengan Kim selama dua tahun. Setelah mengatakan kepadanya bahwa dia hamil, Kim pergi dan kembali ke istrinya.

“Ini adalah kejahatan yang sangat brutal. Bayi itu lahir dalam kondisi sehat. Sang ibu tidak memiliki kesedihan atas apa yang telah terjadi. Pacarnya telah pergi dan mencoba menyuruhnya untuk menggugurkan bayi itu. Dia bilang dia tidak punya uang untuk membiayai anak itu. Dia sekarang dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Tapi dia akan tinggal di tahanan polisi dan diadili,” jelas Apichai Khemphet. (Metro/amr/fajar)