Bejat, Korban Kakek Cabul di Bone Bertambah

Kamis, 9 November 2017 - 17:06 WIB
FAJAR.CO.ID, BONE — Aparat Kepolisian Polsek Tanete Riattang terus mendalami kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Bone yang dilakukan seorang kakek berusia 68 tahun, MU. Ternyata, korbannya lebih dari satu orang.
Hal ini disampaikan oleh Koordinator advokasi hukum dan pendampingan anak dan perempuan Kabupaten Bone, Martina Majid. Kini, korbannya bertambah satu anak lagi, dan menjadi dua orang.
Kasus pria paruh baya tersebut terbongkar setelah korban, AA (5) melaporkan kasus asusila yang dialamainya ke polisi. Korban merasakan sakit pada bagian vital usai mendapatkan perlakuan tak senonoh dari pelaku yang notabene tetangganya.
“Jadi korbannya bukan satu orang saja. Selain AA juga ada korban lainnya, MT berusia tujuh tahun. Bahkan, jumlah korban ini bisa saja terus bertambah. Apalagi perbuatan tak senonoh pelaku lebih dari satu kali,” kata Martina.
Akibat perbuatan pelaku, kondisi kedua korban yang masih di bawah umur, memprihatinkan. AA dan MT mengalami trauma dan takut keluar rumah. Jelas kondisi miris.
“Pelaku melanggar pasal 82 tentang Undang-Undang Perlindungan Anak nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Perbuatan pelaku biadab. Korbannya juga lebih dari satu orang,” tutur Martina.
Peristiwa tindak asusila tersebut terjadi pada, Rabu, 1 November, lalu. Saat itu, pelaku memanggil korban, AA lalu memberinya Rp2 ribu. Kemudian, pelaku melancarkan aksinya.
Sementara itu, orang tua korban, MT berharap agar pelaku dihukum setimpal atas perbuatannya. Dia tidak menyangka, tetangganya tega berbuat tidak senonoh kepada sang anak.
“Kasus ini harus terus lanjut. Pelaku harus mendapatkan hukuman yang setimpal,” ujar orang tua korban.
Adapun Kapolsek Tanete Riattang, Kompol Andi Asdar berujar, pihaknya masih terus mendalami kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. “Tim masih memeriksa pelaku,” tukas Kompol Andi Asdar. (smd)