Mentan: Kalteng Berpotensi jadi Pusat Padi Organik di Asia – FAJAR –
Nasional

Mentan: Kalteng Berpotensi jadi Pusat Padi Organik di Asia

FAJAR.CO.ID, PULANG PISAU– Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk membuka lahan seluas 300 Ribu Hektar di Kalimantan Tengah (Kalteng). Lahan tersebut akan digunakan untuk pengembangan padi organik khusus untuk ekspor.

“Atas perintah Presiden, kita sudah memulai. Rencananya kita membangun pertanian organik sebanyak 300 ribu hektar,” kata Amran Sulaiman di Pulang Pisau, Kalteng, Senin (13/11).

Kata Pria kelahiran Bone Sulawesi Selatan (sulsel) itu, dengan dibangunnya 300 ribu hektar padi organik, Kalteng bakal berpotensi menjadi pusat padi organik Asia atau bahkan Dunia. “Itu mimpi kita,” ujarnya.

Tiga kabupatan yang telah disiapkan adalah Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas dan Kabupaten Kota Palangka Raya.

Amran menjelaskan, stok pangan Indonesia hingga saat ini berada dalam posisi aman, sebab di tahun kedua Pemerintah Presiden RI Joko Widodo, sudah swasembada beras. Untuk itu kata Mentan akan dimulainya dengan Ekspor demi kesejahteraan para petani.

“Kita sudah swasembada untuk kebutuhan indonesia sudah cukup, kita beralih untuk ekspor. Untuk ekspor bagaimana mensejahterakan petani, yang bisa sejahterakan petani adalah padi organik, kemudian masalah pupuk, kita sudah punya pupuk organik lengkap.” Ungkapnya.

Ia melanjutkan, sesuai dengan economic intelligence unit (EUI), yang dirilis oleh Inggris, Indonesia berada dalam urutan 16 dunia melewati Amerika dan India.

“Jadi kita sudah luar biasa dan diakui oleh Dunia, sekarang kita lanjutkan, yang bisa menyelamatkan pertanian adalah organik, harganya mahal, hasil besar, kemudian berkelanjutan.” Bebernya.

Selain padi organik seluas 300 ribu hektare, Kementan juga menargetkan tanaman jagung seluas 100 ribu hektare dan lahan untuk ternak sapi 100 ribu hektar di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai itu.

Untuk merealisasikan tanaman jagung seluas 100 ribu hektar itu, Kementan juga akan memberikan bantuan bibit dan pupuk dengan total Rp200 miliar, serta alat pertanian. (dal/fajar).

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!