Buntut Penolakan Gelar Pahlawan Oleh TGKH Abdul Majid, Gerindra Pecat Ketua Fraksinya – FAJAR
Daerah

Buntut Penolakan Gelar Pahlawan Oleh TGKH Abdul Majid, Gerindra Pecat Ketua Fraksinya

FAJAR.CO.ID, MATARAM – Pernyataan Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB H Hamja yang tidak setuju pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, disikapi serius partainya.

Partai Gerindra memecat H Hamja dari jabatan Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB. Dengan pencopotan tersebut, kini Hamja hanya berstatus anggota fraksi saja.

“Saya sungguh-sungguh sikapi kesan Gerindra kurang memberi dukungan terhadap gelar pahlawan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid,” tegas Ketua Gerindra NTB H Ridwan Hidayat, kemarin.

Pemecatan dari jabatan itu merupakan implikasi pernyataan Hamja yang dimuat di media dan menjadi viral di media sosial. Hamja menilai, pemberian gelar pahlawan nasional kepada TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid bermuatan politis. Belakangan, Hamja meminta maaf atas pernyataannya itu.

Ridwan mengatakan pemecatan jabatan itu karena pendapat pribadi Hamja yang sangat bertentangan dengan sikap resmi Gerindra. Pada 2 November lalu, dalam pandangan fraksi, partai berlogo kepala Garuda tegas mendukung gelar pahlawan pada TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

“Seyogianya Hamja makin memperkuat sikap partai. Karena sepertinya tak berikan dukungan penuh, maka ada sanksi tegas,” jelas Ridwan.

Pandangan Hamja secara pribadi, kata Ridwan, tak menunjukkan rasa simpati sebagai tokoh NTB. Padahal Gerindra lahir untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Secara keseluruhan masyarakat sangat bersyukur dan bangga atas gelar pahlawan nasional tersebut. “Sehingga berkewajibanlah Gerindra, Hamja tak sensitif,” katanya.

Kini Sabirin diangkat menjadi ketua fraksi, wakil dijabat H Jazuli Azhar, dan sekretaris H Abdul Karim. Dengan tindakan tegas itu, ia berharap polemik soal omongan Hamja yang terlanjur muncul disudahi. “Jangan ada muatan lain, kita ini sungguh-sungguh,” ujarnya.

Analisa dan kekhawatiran partai, bahwa ada pihak yang berusaha mengambil manfaat untuk kepentingan politik. Apalagi kasus tersebut berdekatan dengan pilkada. “Ini sama sekali tak ada hubungannya,” tegas kakak kandung H Ahyar Abduh itu.

Dia mengimbau semua pihak bersama menjaga kondusifitas dan stabilitas NTB yang sudah terpelihara baik selama ini. Jamaah NW yang berlandaskan iman dan takwa, lanjutnya, sudah semestinya memaafkan Hamja. Selain karena sudah minta maaf langsung, dia juga sudah menerima hukuman atas ucapannya.

Kepada seluruh kader, ia meminta kasus tersebut dijadikan pelajaran. “Sekali lagi, Gerindra tetap istikomah mendukung gelar pahlawan itu,” tambah Jazuli. (Fajar/jpnn)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!