Divonis 1,5 Tahun, Buni Yani Tidak Ditahan

Selasa, 14 November 2017 16:59

FAJAR.CO.ID, BANDUNG – Buni Yani divonis satu tahun enam bulan kurungan penjara dalam perkara ujaran kebencian serta mengedit isi video pidato Ahok.Ujaran kebencian dimaksud yakni Buni Yani mengunggah video pidato Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016, di laman akun Facebook miliknya.Vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang meminta hakim menjatuhkan vonis dua tahun penjara.”Menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan penjara,” kata Ketua Majelis Hakim M Sapto dalam pembacaan putusannya di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip), Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11).”Menimbang bahwa selama persidangan terdakwa tidak ditahan, tidak cukup alasan untuk ditahan, maka terdakwa tidak ditahan,” imbuh M Saptono.Majelis hakim menilai Buni Yani bersalah atas perbuatannya mengunggah video pidato Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016, di laman akun Facebook miliknya.Buni didakwa telah mencantumkan keterangan berupa transkrip video pidato yang dinilai tidak sesuai dengan transkrip yang asli.Ia juga didakwa menghilangkan kata ‘pakai’ saat Ahok menyinggung surat Al Maidah dalam pidatonya.Dalam video berdurasi singkat tersebut, Ahok mengutarakan ‘jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu gak bisa pilih saya, ya kan dibohongi pakai surat Al Maidah 51 macem-macem itu, itu hak bapak ibu, yah. Jadi kalau bapak ibu perasaan gak bisa pilih saya karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya.’

Bagikan berita ini:
4
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar