Ini Isi Percakapan Wabendum Golkar dengan Farhat Abbas soal Setya Novanto – FAJAR
Hukum

Ini Isi Percakapan Wabendum Golkar dengan Farhat Abbas soal Setya Novanto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Partai Golkar Zulhendri Hasan mengungkap Pengacara Farhat Abbas pernah menanyakan Setya Novanto dalam kondisi “aman” atau tidak.

Hal itu diungkapkan Zulhendri, usai dirinya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka dugaan merintangi penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, Markus Nari, hari ini.

Diungkapkan Zulhendri, Farhat menghubunginya usai Rapimnas Partai Golkar di Balikpapan, Kalimantan Timur yang berlangsung pada 21-23 Mei.

“Ketika itu saudara Farhat mengubungi saya dan bertanya apakah Pak Novanto aman atau tidak? Dalam percakapan itu beliau aman berdasarkan pidato politik beliau pada saat Rapimnas tadi,” ujar Zulhendri menceritakan percakapan dengan Farhat seperti yang ditanyakan penyidik KPK.

Dalam percakapan itu pula, Farhat juga menginformasikan pada Zulhendri soal konstruksi atau rencana pencabutan berita acara pemeriksaan (BAP) Miryam S Haryani dalam perkara korupsi e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun. “Itu saya justru tahu dari saudara Farhat,” ungkap dia.

Zulhendri pun menyebut ada pemutarbalikan fakta yang dilakukan Farhat bahwa dirinya lah yang merekomendasikan pengacara Rudi Alfonso menekan Miryam untuk mencabut BAP-nya.

“Saya tidak pernah berbicara seperti itu, itu adalah pernyataan saudara Farhat ke saya, ditputar balik seolah-olah saya yang bicara,” tegas dia.

Ketika ada berita di beberapa media dirinya lah yang mengarahkan Rudi Alfonso, Zulhendri langsung menghubungi Farhat melalui aplikasi pesan singkat, WhatsApp (WA). Dia pun bertanya mengapa ada pernyataan tersebut.

“Lalu dia jawab begini ‘eh sobat, saya tetap idealis sama dengan sobat katanya’, lalu kalau anda idealis kenapa beritanya seperti ini, dibolak-balik, anda yang punya kepentingan kok seolah-olah saya yang bicara,” kesalnya kepada Farhat.

Namun, Farhat kala itu katanya malah menyalahkan media yang memuat berita tersebut. “Dia salahkan media, media yang bicara, dan WA-nya saya simpan sampai dengan hari ini,” pungkas Zulhendri.  (Fajar/JPC)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!