Mentan: Kita Tunjukan ke Dunia Bahwa Indonesia Bisa Tanpa Impor Jagung – FAJAR
Ekonomi

Mentan: Kita Tunjukan ke Dunia Bahwa Indonesia Bisa Tanpa Impor Jagung

FAJAR.CO.ID, PALANGKA RAYA– Tiga tahun berlalu pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kala (Jokowi-JK), telah dirasakan pembangun khusus sektor pertumbuhan, sektor ekonomi, di negara G-20 atau Kelompok 20 Ekonomi Utama, yang terdiri dari 19 negara. Indonesia berada pada urutan ketiga dunia. Demikian disampaikan Menteri Pertanian (mentan) Andi Amran Sulaiman dalam kulia umum di Universitas Palangka Raya, Selasa (14/11/2017).

Khusus sektor Pertanian, kata Mentan, Indonesia akan menikmatinya dalam kurun waktu 3 tahun ke depan. “Ini janji Presiden, swasembada dalam waktu singkat 3 tahun. Namun alhamdulillah, hanya 2 tahun kita sudah swasembada.” Ungkapnya.

Untuk jagung, kata Mentan, dahulunya Indonesia masih mengharapkan impor dari Thailand, Namun untuk tahun ini, Indonesia sudah bisa ekspor jagung ke 6 negara di dunia.

“Hari ini kita tunjukan kepada dunia, bahwa Indonesia bisa kita beri makan tanpa impor jagung,” ujar Mentan.

“Bagaimana kendalikan impor, ini perlu tekat. Kalau impor itu mematikan petani, kalu kita ekspor itu hidupkan petani Indonesia.” Lanjutnya.

Untuk menarik pemuda maupun mahasiswa Indonesia di bidang pertanian khususnya Kalimantan Tengah, Kementan juga menawarkan berbagai fasilitas teknologi pertanian khususnya Kalimantan Tengah (kalteng)

Peningkatan mekanisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) selama pemerintahan Presiden Joko Widodo, kata Mentan, telah mencapai 2.000 persen.

“Kita gunakan alat pertanian, dulu gengsi malu bertani, Mereka malu karena tradisional, kita punya kebijakan, olah tanah pakai mesin, panen pakai mesin, prosesi pakai mesin.” Jelas pria kelahiran Bone Sulawesi Selatan itu.

Amran menyebutkan ketertarikan pemuda terhadap pertanian terus mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari jumlah pemuda yang mendaftar ke Kementerian Pertanian mencapai 84 ribu, sedangkan yang diterima hanya 400 orang.

Amran juga menjelaskan, Atas perintah Presiden, Kementan juga telah menyediakan asuransi bagi petani yang rugi akibat bencana alam. “Di saat petani merugi pemerintah hadir dengan asuransi, ini pertama dalam sejarah selama kita meredeka.” Ungkapnya.

Selain itu, Menteri amran juga berjanji memberikan bantuan kepada Universitas Palangkaraya yang memiliki hutan alam gambut sebanyak 50.000 hektar dan hutan serba guna di wilayah kampus sebesar 8000 hektar.

“5000 beni aku kasih, aku berikan traktor roda empat dua unit. Itu nilainya Rp 1 miliar, dari pusat. Pak dirjen silahkan selesaikan janji saya.” pintahnya disambut tepuk tangan Mahasiswa yang hadir. (dal/fajar).

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!