Habis Jambret Motor Mogok, Sembunyi di Selokan Malah Ketahuan, Melky Nyaris Dibikin Sate

Rabu, 15 November 2017 - 20:19 WIB

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Bukannya mereda, aksi kejahatan jalanan di Samarinda makin menjadi. Senin (13/11), kawanan jambret kembali beraksi. Kali ini di Jalan PM Noor. Di beberapa titik, Jalan PM Noor yang panjangnya sekitar 2,5 kilometer (km) memang rusak parah. Nah, jalan rusak inilah yang dimanfaatkan Melkianus Purwanto (25) dan kawannya berinisial DN melakukan aksi jambret. Begitu motor korban melambat, Melki beraksi.

Dini hari (13/11) itu, Cindy Erlita (17) yang berboncengan dengan Joshua, santai saja melintas di jalan rusak tersebut. Keduanya tak sadar, jika Melki dan DN sudah mengintai. Saat Cindy melambat, Melki dan DN beraksi. Cepat dia rampas tas yang tergantung di lengan Cindy, sembari memacu kendaraannya. Korban kaget lalu berteriak.

Namun karma itu berlangsung instan. Setelah merampas tas korban, baru berjarak 500 meter menggeber motor Yamaha Jupiter MX KT 3586 WE yang dikemudikan DN mendadak mogok. Warga yang mendengar teriakan Cindy segera memburu kedua pelaku. Kaget bin panik mendera Melki dan DN. Motor dan barang rampasan mereka tinggal. Melarikan diri menjadi pilihan.

Dia sempat sembunyi di got. Upaya tersebut juga tak berhasil, karena warga menemukannya. Kembali Melki berlari. Namun mendadak dia menjerit-jerit kesakitan. Rupanya ada warga yang melempar batu besar ke arah Melki. Batu itu tepat mendarat telak di kakinya. Dia pun tak bergerak. Kontan saja, pukulan tangan kosong dan benda tumpul, tendangan, hingga lemparan batu dari warga yang marah, mendarat di tubuh pria berambut cepak tersebut. Nasib DN lebih beruntung, dia dapat meloloskan diri dari kepungan puluhan warga.

“Tangan saya dipegangi. Seperti ditusuk di bagian kaki. Saya juga diinjak-injak,” kata Melki seraya merintih. Dia dan motor mogok itu pun nyaris dibakar warga. Nyawa pemuda yang mengaku tinggal di Kelurahan Lempake, Samarinda Utara itu terselamatkan saat petugas dari Polsek Samarinda Utara datang.  Saat dievakuasi, Melki harus dipapah karena kakinya yang jadi sasaran utama amukan warga.

Melki sendiri tak tahu di mana rekan jambretnya berada. “Tidak tahu dia (DN) kabur ke mana,” terang pria yang punya tato di lengan dan kaki tersebut. Dia mengaku yang mengajaknya menjambret adalah DN, dan ini adalah aksi pertamanya.

Ditemui terpisah, Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Ervin Suryatna menerangkan barang bukti yang disita dari tangan pelaku adalah motor, tas, dan ponsel yang sempat dicuri dari korban. “Tunggu perkembangannya. Kami juga belum bisa memastikan total aksi yang dilakukan tersangka, karena belum selesai diperiksa,” tegas perwira berpangkat melati satu itu seraya menambahkan jika rekan Melki, berinisial DN, masuk daftar pencarian orang (DPO). (*/dra/iza/k9)