Owala! Rumah Sakit kok Ditumbuhi Jamur

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan terlihat sangat kokoh dari luar. Namun siapa sangka gedung enam lantai itu di dalamnya sudah banyak plafon yang bocor. Padahal rumah sakit tersebut baru dioperasikan kurang lebih empat tahun.

Pemandangan ember-ember yang diletakkan di lantai kini sudah memenuhi koridor dan ruangan di rumah sakit. Hal itu dilakukan untuk menghindari air meluber ke lorong-lorong ruangan rumah sakit milik provinsi itu.

Direktur Utama RSUD Tarakan, dr Muhammad HasbiHasyim mengakui adanya kerusakan yang terjadi di RSUD Tarakan terutama kerusakan pada bagian plafon yang rusak, bahkan sudah berjamur. Hal ini sangat mengkhawatirkan pihak rumah sakit dan juga pasien-pasien di dalamnya.  “Memang menjadi tidak nyaman, apalagi pelayanan ke pasien yang ada di sini,” kata dokter spesialis penyakit dalam tersebut.

Hasbi mengatakan, kerusakan ini terjadi sejak pertama kali pengoperasionalan rumah sakit yakni pada 2013 lalu. Saat pengoperasian  air conditioner (AC) mulai dinyalakan, di situlah terjadi kondensasi  di beberapa titik yang menyebar ke ruangan-ruangan. Kerusakan ini terjadi di beberapa ruang seperti ruang tunggu, aula pertemuan, kantor rumah sakit, bahkan di ruang inap pasien juga mengalami kebocoran.

“Lihat saja, banyak ember di mana-mana. Kalau sudah ruang inap pasien bocor, yah terpaksa kami pindahkan. Ini memang mengganggu pelayanan, tapi kami juga tidak bisa berbuat banyak sekarang ini,” bebernya.

Kondisi ini, kata Hasbi, sudah dia laporkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Provinsi Kaltara agar dapat segera diperbaiki. Dan rencananya bulan ini dinas terkait akan meninjau keseluruhan kerusakan yang ada di RSUD Tarakan.

“Tim peninjau dari Universitas Padjajaran Bandung sudah meninjau dari atas sampai bawah. Saya juga sudah lapor ke gubernur bahwa rumah sakit ini harus dibenahi karena menyangkut pelayanan publik,” ujarnya.

Lebih lanjut Hasbi menjelaskan, menurut aturan yang berlaku, sebenarnya bangunan rumah sakit tidak boleh ditumbuhi jamur, apalagi jika jamur tersebut berada di ruang perawatan pasien, dikhawatirkan akan memperparah keadaan pasien.

Dengan intensitas kebocoran yang terbilang sering, kata Hasbi, bisa jadi itu berakibat munculnya jamur di ruangan. “Rumah sakit ini menggunakan AC central, sehingga jika kondensasi alur pendingin rusak akan menyebabkan air menetes terus,” ungkapnya.

Perbaikan rumah sakit ini menurutnya memang akan menggunakan biaya yang cukup besar, sehingga penanganannya harus dilakukan oleh provinsi. Sebab rumah sakit tidak memiliki anggaran untuk perbaikan secara keseluruhan. “Saya sudah sampaikan ke DPUTR, kalau kami tahunya hanya pakai saja. Untuk pembiayaan itu menjadi wewenang dinas,” tambahnya.

Saat ini rumah sakit hanya memiliki anggaran untuk operasional saja, yang diperuntukkan mengganti alat-alat kesehatan yang rusak. Sebab kerusakan alat tidak dapat dianggarkan menggunakan biaya operasional.

Perbaikan menggunakan anggaran provinsi, sudah tentu proses perbaikannya tidak sebentar. Oleh karena itu, RSUD Tarakan akan melakukan upaya perbaikan kecil agar rembesan tidak merambat ke tempat-tempat lainnya.

Hasbi berharap agar rumah sakit terbesar se Kaltara ini segera dilakukan perbaikan secepatnya. “Kami belum tahu kapan akan dilakukan perbaikan, yang pasti menunggu saja. Semoga tahun depan sudah bisa dimulai perbaikan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung rumah sakit, Dina (45)  mengatakan dirinya memang sering ke rumah sakit untuk merawat anaknya yang dioperasi. Dan jika sudah berada di ruang tunggu lantai dua RSUD, terdapat titik air yang menetes sehingga membuat pengunjung tidak dapat duduk dengan nyaman di ruangan tersebut.

“Sempat diperbaiki juga, tapi kembali merembes ke bagian sebelah kiri ruangan yang tepat di bawahnya tempat duduk pengunjung. Jadinya kadang kita nggaknyaman sih,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan oleh Riska (35) yang juga merasa tidak nyaman karena ada ember yang ditaruh di sepanjang koridor rumah sakit, sehingga masyarakat juga harus hati-hati agar tidak terjatuh. “Kalau licin dan tidak hati-hati, bisa terpeleset pengunjung. Kalau bisa, cepat diperbaikilah,” ungkapnya. (*/yus/nri/ddq)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...