Semangat Panen Padi Bareng Petani, Mentan Nekat Basah Kuyup di Rawa

Rabu, 15 November 2017 - 16:51 WIB

FAJAR.CO.ID,  Hulu Sungai Selatan-Ada kejadian menarik ketika Menteri Pertanian (mentan), Andi Amran Sulaiman hadir dalam acara syukuran dan panen padi bersama petani di Desa Banua Hanyar Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Rabu (15/11/2017).

Pria jebolan Universitas Hasanudin Makassar itu, sampai nekat turun dari perahu bersama petani untuk sama-sama melakukan panen. Saking semangatnya, Mentan terlihat nyaris kejebur di rawa hingga seluruh pakaiannya basah kuyup. Meskipun begitu, acara syukuran dan panen bersama petani setempat berjalan penuh hikmat.

Kawasan lahan rawa Lebak Desa Banua Hanyar kini telah memasuki masa panen raya, dengan produktivitas rata-rata 7 hingga 8 ton per hektar. Bagi Mentan, potensi Rawa Lebak Kalimantan ini, adalah Raksasa Tidur yang belum dibangunkan.

“Ini sangat menarik, negeri kita kaya-raya luar biasa. Yang pertama adalah kami ingin membangunkan raksasa tidur di Republik ini. Kita sudah swasembada, sekarang kami ingin bangunkan raksasa tidur yaitu lahan pasang surut, kemudian ada lahan tadah hujan.” Tegas Amran Sulaiman.

Untuk Kalimantan Selatan, Mentan berencana membangun pada tahap pertama di tahun 2018 dengan luas 1000 hektar sawah.

“Tahap pertama 2018 kita rencanakan mulai membangunkan dari Kalimantan Selatan seluas 1000 hektar. Dulunya nol, sekarang tiga kali tanam.” Ujar Mentan.

Pada kesempatan itu, Mentan juga memberikan bantuan berupa benih padi varietas ciherang, impara 39 dan 42, sebanyak 5 ton. Juga traktor roda empat sebanyak 4 unit, dan eskavator 4 unit serta hand traktor 10 unit. Total bantuan kementan untuk kabupaten hulu sungai selatan berkisar Rp 6 Miliar lebih.

“Ini perintah Presiden, dalam waktu 2-3 minggu, barang tersebut sudah dikirim,” kata Mentan.

Mentan juga menitipkan kepada Dandim hulu sungai selatan agar mengawal dan mengerahkan Babinsa serta Pasukan Organik membangun tanggul persawahan Rawa Lebak. “Kepada Polri dan Jaksa agar mendampingi kegiatan tersebut dari awal. Pak kadistan jangan takut ajak kapolres dan kajari minta dandim mengawal kegiatan untuk bangsa dan negara,” tegas mentan. (dal/fajar).