Syukurlah.. Burung Ratusan Juta Gagal Diselundupkan

Jumat, 17 November 2017 22:15
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Suara cuit merdu terdengar ramai. Di balik terpal biru di atas kapal, 426 burung dari empat jenis burung eksotis itu ternyata tidak dilengkapi dokumen resmi. Balai Karantina Pelabuhan Samarinda pun bertindak. Pengiriman hewan liar selundupan dengan tujuan Jawa dan Sulawesi akhirnya digagalkan. Kemarin (16/11) kasusnya dibeberkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim.“Kami bilang, kalau mau berangkat harus lengkapi dulu dokumennya,” ujar Kepala Stasiun Karantina Pertanian Klas I Samarinda Sugiyono. Pengungkapan itu sejatinya dilakukan Rabu (15/11) di Pelabuhan Samarinda. Agus Sugiyono mengatakan, sejak Minggu, pemilik ratusan burung itu membujuk petugas karantina agar meloloskannya. Namun, si pemilik memilih meninggalkan Balai Karantina dan berupaya menyusupkan 112 burung beo Kalimantan, 240 jalak kebo, 60 cendet, dan kacer 14 ekor. “Ini binatang belum dilindungi tapi liar. Tentunya ada prosedur,” imbuh Sugiyono. Total nilai dari harga jual burung itu di luar Kalimantan hampir tembus Rp 300 juta.Ratusan burung tersebut dimasukkan dalam 34 boks yang akan dibawa ke Pare-Pare, Sulawesi Selatan. “Saat hendak dikeluarkan dari kapal pada Rabu siang, kami sempat bersitegang dengan awak kapal,” tegas Sugiyono. Selanjutnya, Balai Karantina langsung berkoordinasi ke BKSDA Kaltim sebagai pemegang kekuasaan dalam urusan tumbuhan dan hewan.Selain burung, petugas menangkap laki-laki berinisial ZM (42). Dia adalah pemilik sekaligus yang membawa naik burung-burung kapal. “Sebelumnya, saat kami bawa burung itu tidak ada yang mengaku. Tak berapa lama akhirnya muncul ZM,” bebernya. Setelah diperiksa, ZM mengaku burung tersebut diperoleh dari Tabang dan Muara Badak, Kukar.

Bagikan berita ini:
8
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar