Sambil Acung-acungkan Pisau, Bedu Teriak ‘Siapa yang Berani Ceraikan Saya!’

Sabtu, 18 November 2017 - 05:24 WIB

“SIAPA yang berani ceraikan saya,” teriak Bedu, nama samaran, setelah dua langkah keluar dari mobil. Tidak hanya berteriak dan mengumpat dengan kata-kata kasar, sebilah pisau dikeluarkan dari balik bajunya. Senjata tajam itu diacung-acungkan ke udara. Kegaduhan tersebut tersaji di depan ruang sidang Pengadilan Agama (PA) Klas IA, Balikpapan, belum lama ini.

Pria yang berlatar belakang pebisnis tersebut membuat pengunjung PA, staf, dan hakim deg-degan. Dua satpam yang bertugas segera menenangkan Bedu. Petugas juga berhasil merebut pisau dari tangan pria yang tengah naik pitam itu. Setelah diamankan, Bedu dilaporkan ke polisi.

Karin, juga nama samaran, istri Bedu, yang mengajukan perceraian, terlihat lemas. Ketakutan membuat air matanya tak berhenti mengalir. Perempuan yang tengah mendekati kepala tiga itu merupakan pengajar di sekolah Kota Minyak. Dia bulat ingin berpisah karena tak tahan dengan perilaku suami. Orang-orang yang saat itu di lokasi, melihat Bedu mengamuk, agaknya bakal mengamini pengakuan Karin.

Emosi Bedu tak bisa dikendalikan. Mudah tersinggung dan naik darah. Berkali-kali Karin menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Padahal, bahtera sudah berlayar selama lima tahun. Mirisnya, tiap kali melakukan kekerasan, Bedu tak pernah meminta maaf. Malah semakin bertindak semena-mena. Batin Karin pun sudah sangat tertekan. Akhirnya dia menyerah.

Memar di muka belum memudar, dengan berani, perempuan itu mengajukan perceraian ke PA. Tapi, dia tak menduga bahwa Bedu akan bertindak sedemikian rupa ketika datang di persidangan pertama. Segera saja para hakim memutuskan dan mengabulkan permintaan Karin. Perempuan itu pun sangat bersyukur. Terbebas dari pelukan Bedu merupakan doa yang telah lama dia panjatkan.

“Dari kejadian itu, kami meminta para petugas di pintu masuk agar melakukan pengecekan berulang kali setiap orang yang masuk ke ruang sidang, takutnya kejadian seperti itu berulang,” ucap Wakil Kepala Pengadilan Agama Klas I Balikpapan Muhammad Khafi yang menceritakan kejadian tersebut. (*/lil/far/k18)