Mentan Minta Soppeng Terus Genjot Cetak Sawah Baru

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan menggenjot cetak sawah baru dengan memanfaatkan lahan tidur. Soppeng, merupakan daerah yang produksi padinya terus mengalami peningkatan luar biasa.

“Kita ingin bangunkan petani tidur, bangunkan sumber daya yang masih tertidur. Di Sopeng masih ada lahan terbengkalai yang merupakan lahan kering. Lahan seperti itu, akan diatasi dengan adanya irigasi yang baik,” kata Mentan Amran, Jumat (17/11/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Amran melihat adanya lahan persawahan yang dipenuhi semak. Ia menargetkan akan mengubah lahan tersebut menjadi sawah baru dalam kurun waktu dua bulan.

Cara pertama yang dilakukan adalah memberi bantuan berupa eksavator gratis dari pemerintah pusat. Tidak hanya itu, sebanyak lebih dari 10 hektare traktor, combine harvester, dan dryer juga akan diberikan sebagai bantuan untuk Desa Tanete.

Bersama Kementerian Desa PDTT dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersinergi mengangkat perekonomian Soppeng melalui gerakan sektor pertanian dengan membangun embung dan menanam komoditas strategis. Salah satu komoditas strategis yang juga potensial ditanam di Soppeng adalah jagung.

Pihaknya pun akan memberikan benih jagung dan alat dan mesom pertanian (alsintan) kepada para petani. Hilirisasi pertanian juga didorong agar petani mendapat nilai yang lebih tinggi. Hilirisasi ini merupakan industri rumahan yang dibangun di pedesaan. Namun proses dan pengemasan komoditas pertanian juga harus senantiasa diperbaiki.

“Kita manjakan petani Indonesia, kalau kita manjakan petani, dia akan manjakan Indonesia dengan produksi pertaniannya baik itu padi, jagung dan sayur mayur,” kata dia.

Menurut Mentan Amran, dunia sudah percaya terhadap Indonesia. Hal ini terbukti dengan sudah mampunya Indonesia swasembada beras dan swasembada jagung.

“Dulunya kita impor (beras: red) nilainya Rp 12 triliun sekarang nol,” katanya.

Selain Soppeng, Mentan Amran juga ingin menjadikan Kabupaten Maros, Kabupaten Goa dan Kabupaten Takalar sebagai penyangga pangan Makassar. Tiga kabupaten tersebut diharapkan mampu menopang pengadaan sayuran.

Balai Besar Penelitian dan Pengembanan di Maros bertugas memproduksi bibit dan benih untuk diberikan kepada masyarakat secara gratis.

“Itu program kami ke depan bagaimana menyelesaikan sayur mayur, pangan di ibu kota ini Makassar, diselesaikan oleh kabupaten sekelilingnya,” ujar Mentan Amran. (rls/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...