Solikin Pilih Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Sabtu, 18 November 2017 - 01:44 WIB

FAJAR.CO.ID, KUMAI – Tirto Solikin nekat gantung diri gara-gara terbelit masalah utang. Kakek 67 tahun itu ditemukan oleh istrinya, Sopia (50), tergantung dengan seutas tali di belakang warung miliknya, Jalan Batu Alam, RT.10, Desa Sei Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (14/11) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kasatreskrim Polres Kobar AKP Tri Wibowo mengungkapkan, berdasarkan pengakuan dari tetangga korban yang juga merupakan seorang saksi, Supriyanto (33), korban pernah bercerita terkait utang yang tidak mampu dibayarnya.

”Tidak tahu juga utangnya berapa, yang pasti keterangan saksi menyampaikan korban pernah cerita punya utang ke orang dan tidak mampu membayar,” ujar Tri, Rabu (15/11).

Sementara itu, Kapolsek Kumai AKP Hendry menuturkan, penemuan Tirto gantung diri berawal saat istrinya mencari korban untuk diajak belanja ke pasar. Saat mencari di belakang warung, istri berteriak melihat Tirto menggantung dengan seutas tali di lehernya.

”Mendengar teriakan, tetangga sekitar datang dan berusaha menolong korban dengan memotong tali gantungan tersebut,” terang Hendry.

Menurut Supriyanto, korban masih bernafas namun tidak sadarkan diri saat diturunkan dari tali. Korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Kumai untuk mendapatkan pertolongan. Namun, di dalam perjalanan ke Puskesmas Kumai, korban meninggal dunia.

”Barang bukti yang kita amankan hanya tali tambang warna biru panjang sekitar dua meter,” tukasnya.

Kepala Puskesmas Kumai Abimanyu menyampaikan, korban mengenakan kaos berwarna hijau berlambang Korps Brimob dengan mengenakan sarung bermotif kotak-kotak. Tinggi badan korban sekitar 170 cm. Di area kemaluan korban telah mengeluarkan cairan sperma dan di bagian leher terdapat luka melingkar di leher.

“Lidahnya tidak keluar dan tidak ditemukan bekas luka kekerasan selain bekas tali di bagian leher,” terang Abimanyu.

Selain itu, kasus bunuh diri juga pernah terjadi di Desa Sungai Hijau, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kobar, pada 28 Agustus 2017. Korban berinisial EY (31) ditemukan tewas gantung diri di dapur rumahnya yang ditinggalinya bersama orang tuanya. (jok/yit)