Tegang! Dua Menteri Disandera oleh Teroris di Bali

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BALI- Dua orang menteri disandera oleh para teroris di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali kemarin (17/11) saat tengah melakukan jumpa pers.

Keduanya akhirnya disandera oleh kelompok aliran radikal yang berbasis di Suriah. Ini adalah bagian dari skenario simulasi penanganan terorisme Polda Bali kemarin.

Dalam skenario simulasi, kejadian berawal ketika dua orang menteri Indonesia turun di Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 08.26 wita dan dijemput oleh para pejabat daerah. Sekitar pukul 08.31 wita saat tengah asyik menjawab sejumlah pertanyaan awak media, keduanya langsung disergap oleh teroris. Ternyata beberapa pelaku teror telah menyelinap di antara para awak media.

Setelah mengalami penyergapan dan sejumlah korban mengalami luka dan meninggal karena tembakan membabi buta. Dua orang menteri kemudian disandera oleh 3 orang teroris dan dibawa masuk ke salah satu gedung di bandara. Akibatnya, 7 orang meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka.

Setelah dilakukan negosiasi dari pihak Polda Bali dengan pemimpin penyanderaan tersebut. Mereka menuntut disediakan sebuah jet yang akan menuju Suriah, uang Rp 200 miliar, dan agar rekannya yang disandera pihak kepolisian dibebaskan. Akhir cerita, dua teroris berhasil dilumpuhkan oleh sniper dan sandera pun dibebaskan dengan selamat.

Usai simulasi, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menjelaskan bahwa selama ini ada beberapa peristiwa kantor polisi yang diserang oleh kelompok teroris. “Sehingga saya berinisiatif di Bali tidak sampai terjadi, mengeliminasi dan melakukan kontra terorisme, dan ini tidak bisa dilakukan hanya oleh satu negara saja tetapi kerja sama antarnegara dengan berbagai macam pendekatan baik pendekatan keras, lunak maupun smart approach,” ujarnya.

Dalam latihan simulasi penanggulangan terorisme di Bali ini, pihaknya sengaja menggabungkan beberapa pendekatan sekaligus yang disebut dengan counter disaster managemen prepareness. Hal ini diperlukan Bali untuk menghadapi tren gangguan teroris. Untuk itu dalam simulasi penanggulang terorisme kali ini, beberapa tokoh yang telah berjasa dalam pemberantasan terorisme diundang. Mereka di antaranya para pensiunan Polri seperti Gories Mere, Ansyad Mbai, Makbul Padmanegara, Saud Usman, seluruh satuan antiteror, Densus 88, Polda Bali.

“Kami mau melibatkan kerja sama seluruh stakeholder, lintas sektoral, untuk pengamanan Pulau Bali ini. Pelatihan ini menunjukkan profesional dengan langkah-langkah yang harus diselesaikan dengan crime scientific system. Bukan hanya sekedar melumpuhkan terorisme, tetapi seluruh manajemen persiapan dilakukan,” jelasnya.

Apalagi mengingat Bali pada bulan Oktober mendatang akan mendapatkan pekerjaan pengamanan untuk IMF dan World Bank. “Bali akan menjadi tuan rumah.

Kerja sama lintas sektoral sangat penting dalam menangani keamanan dan kenyamanan Bali. Dukungan dari seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat dibutuhkan, karena tidak ada satu agama pun yang setuju dengan tindakan terorisme. Makanya hari ini seluruh tokoh agama kami undang untuk memberikan dukungan memberantas terorisme di Bali,” ujarnya.

Sementara Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi latihan penanggulangan terorisme. Ia mengapresiasi kemajuan skill personil, ilmu pengetahuan dan sarana prasarana yang ada. “Kami dulu kantong mayat saja tidak ada. Mayat kami gulung pake kain, pake sprei seadanya. Sementara sekarang sudah sangat maju,” ujarnya. 

(bx/afi/bay/yes/JPR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...