Gedung Administrasi FBS UNM Nyaris Dilalap si Jago Merah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR, — Kebakaran terjadi di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung, Jl. Mallengkeri, Minggu, (19/11) dini hari.

Sebanyak 5 unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar ruangan kantor Administrasi Jurusan Bahasa Asing Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu alumni jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bernama Appang yang saat itu sedang melatih sejumlah mahasiswa sanggar Seni (FBS) Bengkel Sastra (Bestra) mengatakan api berasal dari lantai dua gedung Jurusan Bahasa Inggris tersebut diduga akibat dari korsleting listrik. “Tadi kita kaget, jadi sempat menampung air di beberapa wadah sebelum pemadam datang, karena kobaran api yang berasal dari dalam sepertinya akibat koslet listrik sehingga terbakar dan yang terbakar itu ruangan Administrasi dan Dapur,” terangnya.

Sementara, Danton 1 B Damkar Kota Makasaar Posko Mallengkeri Ance mengatakan kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik tersebut, lantaran salah satu perangkat elektronik masih beroperasi dengan waktu yang lama. “Setelah anggota kami periksa ada AC yang terbakar, diduga itu yang koslet atau mungkin ada salah satu element yang tidak dimatikan,” urainya

Ance menambahkan, dalam pemadaman api, para anggotanya sempat mengalami kesulitan untuk masuk ke dalam ruangan lantaran kumpulan asap yang tebal dan sulitnya akses hingga harus masuk melalui jendela. “Dari Posko Mallengkeri ada 3 armada yang terdekat, tapi kami meminta anggota Rescue dari posko induk karena asap tadi tebal makanya anggota kami kesulitan untuk tembus,” tambahnya

Proses pemadaman api hanya berlangsung selama setengah jam. Namun dua ruangan yakni ruangan kantor Administrasi hingga dapur serta boks listrik dan Ac hangus terbakar. Atas kejadian ini, belum diketahui berapa unit komputer atau pun jumlah Inventaris yang terbakar. Bahkan jumlah kerugian belum dapat ditaksir. “Belum ada Informasi, nanti yang bersangkutan saja atau pihak kampus yang melihat berapa jumlah kerugiaannya,” tukasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...