Ketua DPRD Pangkep Bakal Boikot Bank dan BUMN yang ‘Bandel’

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Bagi perusahaan perbankan dan BUMN yang tetap bandel atau tidak sejalan dengan program mengentaskan kemiskinan sebaiknya diboikot. Hal itu diungkap Ketua DPRD Kabupaten Pangkep, Ir Andi Ilham Zainuddin, dalam rapat koordinasi di Kantor Bupati Pangkep, Senin (20/11).

Menurut Andi Ilham, arti dari kemiskinan itu adalah masyarakat yang tidak mampu memenuhi biaya kebutuhan pokoknya. Maka dari itu, bukan hanya tanggung jawab eksekutif dan legislatif dalam membereskan persolan ini.

“Pihak Perbankan atau BUMN yang ada di Pangkep harus turut dan berkomitmen dalam mengentaskan kemiskinan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua KNPI itu menjelaskan, pengentasan kemiskinan memang tanggung jawab kita bersama. Persoalan ini harus dibahas dan didudukkan bersama. Perbankan dan BUMN di Pangkep ini, punya kewajiban juga dalam bersama sama mengentaskan kemiskinan.

“Program CSR di lingkup Perbankan dan BUMN itu perlu dibahas bersama ke pemerintah agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan program sehingga tepat sasaran dalam mengimplementasikan program pengentasan kemiskinan khususnya di Pangkep,” tegasnya.

Andi Ilham juga menegaskan, jika memang terdapat Perbankan atau BUMN yang tidak membangun kerjasama dengan pemerintah dalam hal pengentasan kemiskinan. Maka satu hal yang harus dilakukan yakni boikot keberadaannya.

“Kalau ada Perbankan dan BUMN yang tak sejalan dengan program pengentasan kemiskinan, boikot saja,” ujarnya.(awi)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...