Lima Perwira Tolak Naik Pangkat, Alasannya Bikin Panglima TNI Terharu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MIMIKA — Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyematkan tanda kenaikan pangkat luar biasa kepada 57 prajurit TNI yang berhasil membuat kabur Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Jumat (17/11). Sementara itu lima perwira lainnya, menolak tanda kenaikan pangkat Luar Biasa dan membuat haru Panglima TNI.

Operasi itu berhasil membuka jalan evakuasi 344 warga yang disandera oleh KKB selama hampir sebulan di Kampung Banti, Kimbeli dan Utikini, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua.

Upacara pemberian kenaikan pangkat luar biasa dipusatkan di Desa Waa Banti, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, Minggu (19/11).

Upacara ini dihadiri juga oleh para petinggi TNI dan Polri, pihak PT Freeport Indonesia dan para wartawan.

Keterangan tertulis Polres Mimika Aiptu Hempi Ona.yang diterima Radar Timika (Jawa Pos Group), Minggu (19/11) menyebutkan, rombongan Panglima TNI tiba di lokasi upacara sekitar pukul 10.15 WIT dengan menumpang kendaraan kendaraan Rantis, 3 unit Bus Armor, dan 5 unit kendaraan Toyota LWB.

Dari Mapolsek Tembagapura, rombongan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menuju Kampung Utikini Lama, Distrik Tembagapura.

Panglima sendiri bertindak sebagai inspektur upacara dalam upacara ini dan selanjutnya memimpin upacara kenaikan pangkat.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam amanatnya mengatakan, dirinya datang untuk memberikan penghargaan kepada prajurit -prajurit TNI terbaik dalam melaksanakan tugas pembebasan sandra dan Operasi bersama TNI dan Polri.

“Saya punya keyakinan dan seyakin-yakinnya bahwa operasi ini berhasil karena bimbingan dan mukjizat dari Allah SWT Tuhan yang Maha Esa. Dan mengapa saya memberikan penghargaan, karena operasi ini dilakukan dengan sangat teliti dengan pengamatan intensif, dan didahului dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh Kapolda,” ujarnya.

Ditegaskan Panglima TNI, langkah-langkah negosiasi oleh Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Boy Rafli Amar menurunkan para tokoh agama, pendeta, uskup, Komnas HAM, kepala suku, semua dilakukan.

Bahkan menyebarkan pamflet dilakukan secara intensif setiap hari dan setiap saat tanpa mengenal lelah.

Semakin hari, kata Panglima TNI, stok logistik di wilayah yang diisolasi semakin menipis dan kesehatan warga semakin memburuk.

Bahkan 12 orang wanita mengalamai kekerasan seksual, Rp 107.500.000 dirampok, 200 Hp dirampas, emas 254,4 gram dirampok. Layanan kesehatan tidak ada dan warga dilarang melaksanakan ibadah pada Hari Minggu.

Maka lanjut Panglima TNI, langkah-langkah dalam pembebasan ini harus dilakukan dan prajurit-prajurit TNI, yang diambil dari yang terbaik, berpengalaman, dan terlatih. Mereka diambil dari Kopassus, Taipur Kostrad, Batalyon 751 dan sebagian dari Yonif-754/ENK.

“Mereka bergerak dari jarak 4,5 Km. Tetapi ditempuh antara 3 sampai 5 hari 5 malam, bergerak sangat senyap dan melakukan langkah-langkah dengan tertib, disiplin sesuai sengan rencana dan latihan pendahuluan.”

“Maka sepantasnya atas nama Panglima TNI dan seluruh prajurit TNI karena kebanggaan maka pada saat ini kami memberikan kenaikan pangkat luar biasa,” tegas Jenderal Gatot.

Seharusnya sambungnya lagi, kenaikan pangkat ini bukan 57 orang tetapi 62 orang. Tetapi 5 perwira diwakili oleh Komandan Upacara menyampaikan bahwa keberhasilan adalah milik anak buah, dan kegagalan adalah tanggung jawab para perwira. Mereka secara halus menolak menerima kenaikan pangkat.

“Hal ini suatu hal yang sangat luar biasa yang membuat kami semua terharu. Saya ulangi para perwira meminta, menjelaskan bahwa keberhasilan adalah milik anak buahnya. Apabila kegagalan adalah tanggung jawab para perwira maka sepantasnya yang menerima kenaikan pangkat adalah anak buahnya. Maka 5 perwira tidak menerima kenaikan pangkat tetapi diberikan pendidikan secara khusus mendahului rekan-rekannya. Inilah contoh teladan bagi prajurit-prajurit yang tidak mengutamakan kepentingan pribadi tetapi untuk kepentingan NKRI,” terang Panglima TNI.

Gatot juga mengapresiasi kesigapan Kapolda dan Pangdam yang datang ke tempat sasaran kemudian mengevakuasi sehingga mereka semua warga yang diavkuasi sudah berada di Timika dalam keadaan selamat.

“Untuk itu atas nama seluruh prajurit, saya memberikan kenaikan pangkat luar biasa dan saya berterimakasih kepada Asops Kapolri, kepada Kapolda dan seluruh jajarannya, kepada Pangdam dan Asops Panglima TNI dan seluruh jajarannya yang sudah melakukan operasi secara terpadu untuk melakukan pembebasan sandra terhadap separatisme bersenjata,” tuturnya.

Selanjutnya Panglima TNI memberikan piagam penghargaan secara simbolis, dan memberikan selamat kepada anggota yang mendapat penghargaan kenaikan pangkat luar biasa.

Pukul 11.20 WIT, Panglima TNI beserta rombongan meninggalkan daerah Utikini menuju Mapolsek Tembagapura dan melakukan foto bersama anggota di depan Mapolsek Tembagapura.

Dan sekitar pukul 11. 45 WIT, Rombongan Panglima TNI meninggalkan Mapolsek Tembagapura. Selama Panglima datang, situasi aman, tidak terdengar tembakan dari KKB. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...