Sidang e-KTP, Nazaruddin Sebut Ada Ancaman dari Gamawan Fauzi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Sidang lanjutan korupsi e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/11). Di sidang itu, saksi yang dihadirkan adalah mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Ketika persidangan, majelis hakim yang dipimpin Jhon Halasan Butar Butar mengonfirmasi keterangan yang pernah Nazar sampaikan dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Keterangan itu terkait penerimaan uang oleh mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi.

"Di sini (BAP) Anda katakan, 'Saya diberitahu Andi ada pemberian kepada Gawaman Fauzi dua kali, 2 juta dolar AS dan 2,5 juta dolar AS'. Apa benar?" tanya hakim Jhon.

Ditanyai hal itu, Nazar membenarkannya. Menurut dia, informasi mengenai pemberian uang kepada Gamawan telah diberitahukan kepadanya. Informasi itu dia dapat dari Andi Narogong.

Menurut Nazar, uang diserahkan sebelum Mendagri menandatangani penetapan pemenang lelang proyek e-KTP. "Itu sudah diserahkan, kalau tidak, penetapan pemenang tidak akan terealisasi. Karena Penetapan pemenang ada di menteri," kata Nazaruddin.

Sesuai BAP Nazar, uang itu diserahkan pada akhir Februari atau Maret 2011. Saat itu, Andi bercerita bahwa ada ancaman dari Gamawan Fauzi. Menurut Nazar, Gamawan mengancam penunjukan pemenang lelang akan dibatalkan apabila tidak ada penyerahan uang.

Atas hal itu, Andi lantas menyerahkan uang melalui adik Gamawan Fauzi. Penyerahan melalui adik Gamawan, Azmin Aulia di kantornya yang ada di Tebet, Jakarta Selatan. (Fajar/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hariman Kaimuddin


Comment

Loading...