Sebelum Ditangkap, Setya Novanto Sudah Bertemu Jokowi, Bahas e-KTP

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap tersangka kasus KTP elektronik (e-KTP), Setya Novanto. Sebelum akhirnya ditangkap, Setya Novanto rupanya sempat dua kali bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Awalnya Fahri bertanya kepada Setya Novanto soal dukungan Partai Golkar ke Jokowi untuk Capres 2019 terlalu cepat. Kala itu, Setya Novanto mengatakan bahwa dukungan ke pemerintah lantaran ingin fokus membantu pemerintah, sehingga bisa terbebas dari terpaan-terpaan yang menganggu dirinya dan Golkar.

"Kata Pak Novanto, Golkar juga ingin bekerja, mau besarin partai. Jadi biarlah pemerintah tahu kalau Golkar bekerja buat pemerintah maka jangan diganggu-ganggu," ujar Fahri saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11).

Lantas, apabila sudah memberikan dukungan kepada Jokowi di Pilpres 2019, Fahri menyarankan Setya Novanto untuk meminta bantuan Jokowi dalam kasus yang dihadapinya ini. Sebab, Fahri menilai banyak keanehan dalam kasus e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

"Bapak cerita dong kepada pemerintah bapak ini kan partai pemerintah," kata Fahri.

Kemudian, lanjut Fahri, Setya Novanto sudah berhasil menemui Jokowi sebanyak dua kali. Pertemuan itu membicarakan kasus e-KTP. "Yang saya tahu dua kali. Ada yang ketemunya sengaja, ada yang tidak disengaja," ungkap Fahrii.

Fahri mengaku tidak bisa menyampaikan apa tanggapan Setya Novanto dan Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut. Alasannya sangat tidak etis. Namun yang jelas Fahri mengaku Jokowi berada dalam tekanan di kasus yang menjerat Setya Novanto ini.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hariman Kaimuddin


Comment

Loading...