Renovasi Komplek Gelora Bung Karno Hampir Rampung

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, bersama Menteri Keuangan, Sri Mulyani, meninjau beberapa arena olahraga di kawasan Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Kamis (23/11/2017). Komplek GBK akan digunakan dalam Asian Games XVIII 2018.

Peninjauan dimulai dari Stadion Utama GBK, di mana Basuki dan Sri mendapatkan penjelasan mengenai renovasi yang sedang dilakukan. Keduanya mengecek langsung kualitas pekerjaan lintasan lari dan rumput di lapangan.

Renovasi dilakukan oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk-PT Penta Rekayasa KSO dan konsultan manajemen konstruksi PT Decon JO PT Multi Karadiguna Jasa. Progres renovasi stadion utama per 22 November sebesar 96,62 persen dan ditargetkan rampung Desember mendatang.

Kunjungan dilanjutkan ke Stadion Renang (Aquatic). Di arena ini juga disampaikan penjelasan renovasi yang dilakukan termasuk kualitas kursi penonton dan konsep atap yang sebagian tertutup, di mana bagian yang dibiarkan terbuka bertujuan mencegah terjadinya karat akibat penguapan klorin dari kolam sekaligus mendapatkan lansekap yang indah. Stadion Renang berkapasitas 8.000 kursi penonton. Renovasi stadion renang telah selesai dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) dan konsultan manajemen konstruksi PT Sangkuriang.

Arena olah raga ketiga adalah Istora Senayan. Di sini, Basuki dan Sri berkeliling untuk melihat penataan kawasan sekitar. Ketiga bangunan yang dikunjungi memiliki keunikan masing-masing karena pembangunannya memadukan gaya masa kini dan masa lampau untuk menjaga keaslian bangunan yang memiliki nilai historis. Kontraktor pelaksananya adalah PT Adhi Karya (Persero)-PT Atelier Enam Arsitek KSO dan konsultan manajemen konstruksi PT Arkonin dengan progres fisik mencapai 98,3 persen.

Dalam kesempatan itu, Basuki mengaku optimis seluruh pekerjaan renovasi venue dan penataan kawasan GBK akan rampung pada akhir Desember 2017.

“Pembangunan semua arena olah raga di Komplek GBK akan diselesaikan 31 Desember 2017, dan siap digunakan dalam uji coba cabang olah raga pada bulan Februari 2018. Kecuali pembangunan gedung parkir dan cofftea house (teras hutan kota). Progres secara keseluruhan renovasi di Komplek GBK di atas 90 persen,” jelasnya.

Renovasi yang dilakukan Kementerian PUPR bersama dengan Ikatan Arsitek Indonesia untuk mempertahankan aspek heritage. Selain itu, venues dirancang dan dipadukan dengan lansekap kawasan yang asri di tengah gedung-gedung tinggi akan menjadi daya tarik kawasan GBK.

Sementara, Sri Mulyani menyampaikan apresiasinya atas hasil pembangunan venue olah raga di GBK yang dikerjakan Kementerian PUPR.

“Kalau sudah selesai akan sangat baik kualitas venuesnya. GBK akan menjadi pusat kegiatan untuk dan sesudah Asian Games, sekaligus memperindah ibu kota Jakarta yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Di samping renovasi arena olah raga, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya juga melakukan penataan kawasan untuk menciptakan lansekap kawasan GBK yang lebih berkualitas. Untuk pekerjaan penataan kawasan GBK di zona satu saat ini progresnya sudah mencapai 58,52 persen, dan sedang dilakukan pekerjaan pemasangan beton. Sedangkan untuk zona dua sedang dilaksanakan pekerjaan pemeliharaan taman anggrek dan penataan koridor timur dengan progres 79,72 persen. Keduanya ditargetkan juga rampung pada Desember nanti.

Dua gedung parkir juga dibangun di Komplek GBK untuk menampung sebanyak 1.400 mobil dan 2.000 motor. Elevated parking di utara GBK (Bangunan A) dengan luas total 22.230 meter persegi setinggi tiga lantai disiapkan untuk dapat menampung 980 kendaraan roda empat dan 1.200 roda dua. Sementara untuk Bangunan B dengan luas 10.270 meter persegi setinggi empat lantai disiapkan untuk dapat menampung 420 kendaraan roda empat dan 800 roda dua.

Bangunan gedung parkir akan difungsikan sebagai transit hub setiap moda transportasi di dalam kawasan GBK. Para pengguna kendaraan pribadi akan dialihkan menggunakan moda transportasi kawasan, serta terdapat penyewaan sepeda kawasan. Gedung juga dilengkapi solar panel berkapasitas 1 Mega Watt serta sarana penangkapan air hujan yang nantinya akan dialirkan ke kawasan.

Sementara, untuk cofftea house atau hutan kota akan dibangun di atas lahan seluas 46,389 meter persegi yang sebelumnya merupakan area driving range. Hutan kota yang dibangun sejak Agustus 2017 tersebut diproyeksikan mampu menampung 200 orang dengan dilengkapi fasilitas amphiteater, kafe, balkon, area drop off, dan lahan parkir.

Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo menambahkan, pekerjaan gedung parkir dan cofftea saat ini sedang dalam tahap proses penetapan pemenang hasil lelang.

“Desember 2017 sudah mulai konstruksinya, sehingga sekitar bulan Juni-Juli 2018 sudah selesai,” katanya.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olah Raga Gatot S. Dewabroto, Ketua Inasgoc Eric Thohir, ‎dan Kepala Satuan Tugas Infrastruktur Asian Games XVIII Imam Santoso Ernawi. (wah/rmo/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...