Presiden Jokowi Belajar Seharian untuk Bisa Manortor

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MEDAN – Momen Presiden RI, Joko Widodo, menari tor-tor menjadi pusat perhatian dalam puncak pesta adat pernikahan Muhammad Bobby Afif Nasution-Kahiyang Ayu di Bukit Hijau Regency (BHR) Komplek Tasbih, Medan, Sabtu (25/11/2017).

Presiden tiba di BHR sekira pukul 09.00 WIB langsung disambut suhut (pemilik acara) dan anak boru dengan dengan gordang sambilan. Presiden harus jalan menuju rumah besannya sekira 50 meter dengan jalan kaki bersama Ibu Iriana dan putranya Gibran Rakabuming. Sepanjang jalan beliau disambut dengan tor-tor mundur.

Begitu masuk ke dalam lokasi utama pesta adat, Presiden Jokowi dikalungi ulos lalu diajak manortor (menari tor-tor). Jokowi manortor diapit paman Bobby dari marga Siregar yakni Dolly Siregar dan Hari Lontung Siregar yang merupakan mora keluarga Nasution.

Ketiganya dikelilingi suhut dari marga Nasution dan juga para raja-raja adat.

Saat manortor, Jokowi tampak menikmati tarian tor-tor tersebut dengan gerakan-gerakannya. Sesekali dia melirik yang sekelilingnya terutama melihat gerakan tangan, di mana ini menjadi inti dari tarian tor-tor.

Diapun sukses menuntaskan sesi manortor dengan baik.

Usai acara, rombongan Jokowi dari lokasi. Pertama tampak Gibran bersama istri dan anaknya, kemudian Kaesang yang berjalan cepat. Putra-putra Jokowi tersebut enggan menjawab permintaan wawancara doorstop oleh media yang sudah menanti di depan lorong pintu keluar.

Kemudian, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana keluar. Ibu Iriana yang lebih dahulu keluar harus menunggu sang suami yang dicegat para undangan untuk berfoto bersama.

“Laris,” ujar Ibu Iriana melihat antusiasnya para tamu untuk berfoto dan salaman dengan sang suami.

Begitu keluar, Presiden Jokowi keduanya langsung menemui awak media. Beliau mengakui harus latihan selama satu hari untuk bisa menjalani proses tor-tor.

“Belajar satu hari, biar tahu. Karena ini sebuah budaya, sebuah acara adat yang harus kita ikuti. Kalau kita enggak siap kan juga enggak bener,” ujarnya.

Selain manortor, pada puncak acara adat pesta Kahiyang-Bobby, Presiden juga memberikan nasihat kepada pengantin dalam bahasa Mandailing dengan lancar meskipun dengan logat.

Ketika ditanya berapa lama mempelajari bahasa Mandailing, Jokowi hanya tertawa.

Sementara menantu Jokowi, Bobby Afif Nasution justru mengaku sedikit bingung ketika harus manortor di depan para raja adat. Meskipun sudah belajar dengan seorang guru.

“Agak bingung juga, lebih ke narinya. Ada yang ngajarin cuman karena nari di depan raja-raja itu, takut salah,” ujarnya seraya tertawa begitu bergabung bersama dalam sesi wawancara.

Begitupun soal gelar raja yang didapat Bobby pada acara adat tersebut, ia mengaku senang meskipun ada kekhawatiran tidak dapat mengemban gelar dengan baik.

Sedangkan istri Bobby, Kahiyang Ayu Siregar mengaku senang mengikuti semua prosesi adat selama di Medan mulai dari hari pertama menginjakkan kaki di rumah mertua atau Haroan Boru, mangalehan marga atau pemberian marga hingga upacara-upacara adat lainnya. Termasuk mengenakan bulang atau topi adat Mandailing dan manortor.

“Senang, dijalanin aja, dinikmati aja,” ujar Kahiyang tersenyum. (Fajar/pojoksumut)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...