10 Tahun, Gizi Buruk Lumpuhkan Komeng

Minggu, 26 November 2017 18:17

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA — Media sosial kembali digemparkan dengan beredarnya sebuah foto anak kekurangan gizi di Bulukumba. Anak remaja yang diketahui bernama Komeng (17) itu, ditengarai tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.

Dalam foto yang beredar remaja warga Dusun Tamampalalo Desa Tamatto, Kecamatan Ujungloe Kabupaten Bulukumba itu terlihat kurus hingga menampakkan tulang rusuk yang terbungkus kulit tipisnya. Bahkan selama 10 tahun ini, dia hanya terbaring lemah akibat terserang gizi buruk.

Puang Nompo yang merupakan ayah Komeng, secara ekonomi hidup serba kekurangan dan hanya bekerja sebagai buruh panggilan.

“Sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi, dengan Komeng yang sudah 10 tahun terbaring dengan kondisi memprihatinkan, saya melihat ini bisa jadi kurangnya pendataan dari pemerintah setempat, dan ini menjadi faktor utama sehingga proses perbaikan gizi buruk yang di rancang pemerintah menjadi tidak maksimal dalam proses pelaksanaanya,” ungkap salah seorang tetangga Komeng, Ahmad.

Dia berharap agar pemerintah setempat memiliki Program Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) untuk dijalankan secara masif di tengah-tengah masyarakat. Program itu mesti sesegera mungkin menangani gizi buruk yang terjadi di kabupaten Bulukumba.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Selatan mengkritik keras kasus gizi buruk yang menyerang Komeng.

“Kejadian kasus gizi buruk yang dialami oleh anak ini selama 10 tahun di Bulukumba menjadi tamparan keras buat pemerintah. Dan bisa menjadi perhatian nasional sampai ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan,” kata A. Muh Rifqi Ismulail, sekretaris DPD IMM Sulsel, Minggu (26/11/2017).

Dalam istilah medis Gizi Buruk disebut sebagai Malnutrisi Energi Protein (MEP) Berat, Gizi buruk dikenal juga dengan sebutan Busung Lapar yang memiliki tiga bentuk klinis. Yakni Marasmus, Kwashiorkor, dan Marasmus-Kwashiorkor. “Pada anak ini kemungkinan dia mengalami Kwashiorkor,” lanjutnya, beberapa saat lalu.

Pihaknya atas nama DPD IMM Sulsel memperingatkan pemerintah daerah Bulukumba agar kasus ini tidak terulang lagi. (fo)

Komentar