Petani Sawit Ditipu, Mentan: Mana Kapolres? Penjarakan!

Minggu, 26 November 2017 20:20
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID — Di sela-sela kunjungannya di Sumatera Utara, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menerima aduan tentang adanya penjualan bibit sawit palsu oleh pengusaha.Aduan itu diterima Amran saat meninjau penanaman kelapa sawit di Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Minggu (26/11/2017).Tak tanggung-tanggung, aduan itu datang dari Wakil Bupati Serdang, Bedagai Darma Wijaya. “Maaf, pak. Saya mendapat aduan dari masyarakat yang tanam bibit kelapa sawit palsu. Sudah sebulan tidak tumbuh,” kata Darma kepada Amran.Mendengar itu, Amran sontak terkejut. Dia lantas memanggil aparat kepolisian untuk menindaklanjuti aduan tersebut.”Mana Kapolres? Penjarakan! Saya akan penjarakan toko yang memberi bibit palsu,” ujar Amran sembari mencari aparat kepolisian.Amran merasa kasihan kepada petani korban penipuan. “Dia kerja susah payah malah dikasih bibit palsu,” kata menteri asal Sulawesi Selatan itu.Sayang, tidak ada satu pun petugas kepolisian yang berada di lokasi. Padahal, lokasi tersebut akan dikunjungi Presiden Joko Widodo guna melihat program Peremajaan Sawit Rakyat, Senin (27/11).”Tolong carikan nomor teleponnya pak kapolres. Ini masalah harus selesai di sini,” kata Amran.Sejumlah pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) lantas mencarikan nomor telepon Kapolres Serdang Bedagai AKBP Eko Suprihanto. Setelah itu, Amran pun berbicara kepada Eko lewat sambungan telepon.”Pak Kapolres, ini ada beredar bibit sawit palsu. Itu menyusahkan petani, kasihan. Pak Kapolres temui saya sebentar, saya di lapangan ini,” kata Amran.

Bagikan berita ini:
7
7
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar